lenterakalimantan.com, BARABAI – Sebanyak 161 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ikuti Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa.
Kegiatan workshop itu digelar oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) dan dihadiri unsur Forkopimda HST, pejabat terkait dan undangan lainnya, serta dibuka langsung Bupati HST H Aulia Oktafiandi, Kamis (20/7/2023)
“Pemerintah Desa adalah lini terdepan Pemerintah Daerah yang paling dekat dengan masyarakat dan yang paling mengerti akan kebutuhan daerahnya. Sehingga, diharapkan mereka dapat aktif melakukan inovasi-inovasi dan perbaikan konstruktif dalam pembangunan di wilayah desanya masing-masing,” jelas Bupati.
Bupati Aulia berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh seluruh perangkat desa sebagai pemantapan kinerja Kepala Desa dan perangkat desa di Kabupaten HST yang difasilitasi oleh BPKP Kalsel.
“Kiranya kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan dan pemahaman kepada Pemerintah Desa dalam melakukan pengelolaan keuangan dan pembangunan desa, terutama terkait mekanisme penyaluran dana desa, pertanggungjawaban dana desa dan pengelolaan keuangan desa,” bebernya.
Bupati berpesan, agar pengelolaan keuangan desa dapat dilaksanakan sesuai dengan hukum, transparan dan akuntabel, serta partisipatif, sehingga penggunaan dana desa lebih efektif dan efisien.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan komitmen bersama untuk mengelola, serta mengawasi keuangan dan pembangunan desa yang transparan, cepat, tepat, terpadu dan akuntabel, yang dipimpin oleh Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) HST, H M Fajaruddin diikuti seluruh peserta lalu dilanjutkan dengan penandatangan pernyataan komitmen bersama.
Berikutnya, memasuki acara inti dilanjutkan dengan diskusi panel dipandu oleh Plt Asisten Administrasi Umum Wahyudi Rahmad sebagai moderator, dengan Narasumber Anggota Komte IV DPD RI, Kepala BPKP Kalsel, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Barabai, Kepala Kejari HST, Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Desa di Kabupaten HST memliki potensi dibidang pariwisata, apabila ditingkatkan pariwisatanya desa bisa memperoleh pendapatan atau mengumpulkan sekitar 4,5 milyar,” kata Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Rudy M Harahap saat wawancara.
Kemudian, pihaknya juga mendorong agar desa di HST bisa lebih maju, karena memiliki potensi pariwisata yang bagus dan usaha terkait pariwisata perlu ditingkatkan.
Hal itu, kata Rudy, kebetulan dari Balai Pelatihan punya Kemendes ada program pelatihan pengembangan desa wisata, pihaknya ingin mensinergikan antara desa dengan Balai pelatihan tersebut.
Selanjutnya, bagaimana desa bisa mengembangkan Bumdes, agar perekonomian desa bisa berkembang sehingga tingkat kemiskinan bisa turun.
“Hasil evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa atensinya Kepala Desa dan aparatnya harus banyak diberikan pelatihan, jangan sampai mereka tersangkut hukum, karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman,” jelasnya lagi.
Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel kepada Narasumber dan Bupati HST, serta cendera mata dari Bupati HST kepada Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel.


