lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Tempat nongkrong kalangan remaja dan pegawai kantoran, mendorong kemajuan bisnis kedai Kopi di Kota Banjarmasin.
Bahkan sekarang ada sekitar ratusan kedai kopi mulai dari skala kecil sampai skala besar yang ada pada setiap sudut di kota Banjarmasin.
Mereka berlomba-lomba menawarkan berbagai macam konsep dan aneka racikan kopi untuk menarik pembeli.
“Dengan adanya kedai kopi ini, tentunya kebutuhan pekerja ahli peracik dan penyeduh kopi yakni Barista semakin besar dan semoga bisa menjadikan profesi barista tidak dipandang sebelah mata hanya karena sebatas pembuatan kopi saja,” Ucap Putri saat dihubungi via telepon media lenterakalimantan.com, Kamis (27/7/2023)
Peluang ini lah yang ditangkap oleh perempuan bernama lengkap Putri Dea Safitri dengan menjadi seorang Barista di salah satu Kedai Kopi yang ada di JL Pangeran Hidayatullah Banjarmasin.
“Awalnya suka nongkrong dan sambil belajar tentang pengalaman hidup bareng temen-temen sambil minum kopi. Dari situlah Putri mulai tertarik dengan proses pembuatan kopi,” ungkapnya.
Setelah tertarik ia pun mulai mempelajarinya secara otodidak. Diakuinya hal itu ternyata tidak mudah, karena menjadi seorang Barista perannya lebih dari sekadar menyeduh kopi, tapi juga harus memiliki pengetahuan secara mendalam tentang biji kopi, teknik penyeduhan dan berbagai jenis mesin kopi.
“Walau sulit tapi tetap enjoy menekuninya. Alhamdulillah berkat kerja keras dan selalu mendengar saran temen-temen serta abnag saya, saya semakin terampil dan saya pun memberanikan diri untuk melamar sebagai seorang Barista dan diterima. Sekarang kalau dihitung sudah kurang lebih 1 tahun menjalani profesi sebagai seorang Barista,” jelasnya.
Baginya profesi Barista sendiri adalah pekerjaan yang di idamkannya untuk saat ini. Karena dia sudah banyak belajar pengetahuan tentang kopi dari pemilik kedai, tamu yang datang hingga praktek langsung.
“Selain itu saya pikir profesi barista juga keren, karena profesi tersebut bisa menjadikan salah satu pusat perhatian orang lain bukan cuma saya saja” ujarnya.
Dilain pihak, pemilik Kedai Kopi di JL Kayu Tangi Banjarmasin Rewinmoody menambahkan, dirinya mengaku lebih suka mempekerjakan Barista junior ditempatnya.
“Kami biasanya lebih suka mempekerjakan Barista junior, karena mereka lebih rajin dan mau belajar. Dan tentunya gaji mereka lebih terjangkau untuk Kedai Kopi seperti kami.


