lenterakalimantan.com, RANTAU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tapin kembali menggelar lomba inovasi teknologi tepat guna (TTG) tingkat kabupaten Tapin yang diikuti 12 inovator, bertempat di Gedung Taman Pertanian Terpadu, jalan By Pass Rantau, Jumat (28/07).
Kepala Dinas PMD Drs Rahmadi mengatakan lomba inovasi teknologi tepat guna (TTG) yang kita laksanakan, merupakan lomba yang ke tiga kalinya yang diselenggarakan oleh dinas PMD kabupaten Tapin.
“Pertama lomba dilaksanakan pada tahun 2021 dan kegiatan tahun ini adalah tahap ke tiga,” ujarnya.
Menurut Rahmadi, pelaksanaan lomba ini didasarkan amanat peraturan menteri desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi No.23 tahun 2017 tentang pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna dalam rangka mengembangkan potensi sumberdaya alam.
“Harapan kita dengan adanya kegiatan ini, desa – desa bisa berpartisipasi secara maksimal,” ujarnya.
Karena tahun ketiga, kompetisi masih tidak terlalu banyak. Dengan kita terus gencar mensosialisasikan ke desa – desa melalui Posyantek desa dan Posyantek Kecamatan, diharapkan lomba ini kedepan bisa lebih berkembang lagi.
“Yang pertama tujuan dari lomba ini, dalam rangka menciptakan inovasi – inovasi teknologi tepat guna di desa yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam rangka memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk peningkatan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan tidak melupakan kelestarian lingkungan di desanya masing-masing.” Paparnya.
Dia menjelaskan setiap lomba mengangkat satu tema, seperti tahun lalu dengan tema pertanian dan ketahanan pangan. Kita ingin peserta dapat membikin teknologi yang terkait dengan Pertanian dan ketahanan pangan.
Karena tahun ini tema kita terkait dengan mitigasi bencana, alhamdulillah alat – alat yang ditampilkan kita nilai dapat membantu dalam deteksi dini bencana yang akan terjadi. Alat yang dibuat akan sangat membantu masyarakat sekitar dan pemerintah daerah jika terjadi bencana.
“Mudah – mudahan alat yang dibuat bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sehingga, seumpama terjadi bencana, risiko dari bencana tidak begitu berdampak, karena kesiapsiagaan kita melalui peralatan – peralatan yang diciptakan oleh para inovator desa,” paparnya.


