lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Suling adalah sebuah alat musik yang sudah terkenal secara luas di seluruh dunia. Dengan bentuknya yang panjang nan ramping membuatnya ringan untuk dimainkan dimana pun.
Lahir di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, sebut saja “Jantra” (74) begitulah orang memanggilnya.
Bapak ini sangat lihai dalam memainkan suling sambil diiringi sebuah lagu yang dimainkan.
Jantra tinggal bersama keluarganya di Pekapuran Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
“Dahulu waktu muda ikut orkes keliling sampai akhirnya ada yang menawari ngisi di atas panggung, orkes dangdut sekarang hampir tidak ada lagi, lebih banyak musik gambus.” ungkapnya.
Sayang, kemahirannya dalam meniup bilah bambu berlubang di panggung terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda di akhir tahun 2019.
Dulunya dia aktif memainkan suling dari panggung ke panggung, kini memilih untuk beralih ke jalanan.
“Sejak pandemi semuanya hancur, bahkan sekarang pun hanya sesekali saja ikut musik gambus dan lebih sering di jalan.” ucapnya.
Alasan Jantra memilih ke jalanan, sebab saat ini hampir tidak pernah ada lagi panggilan untuk tampil diterimanya. Apalagi menurutnya musik saat ini telah beralih ke gambus atau organ tunggal, sehingga tidak dibutuhkan lagi pemain suling sepertinya.
Hampir setiap hari ia berkeliling Banjarmasin dengan membawa sebuah speaker dan mikrofon, serta satu set suling berbagai macam ukuran yang dimilikinya.
Jantra mengaku selama ini tidak pernah ada penolakan dari masyarakat, karena orang suka mendengarkan musik yang dimainkanya, sebab tidak semua orang bisa memainkan suling dengan merdu sambil mengikuti lagu.
Tidak hanya musik dangdut saja, ia juga lihai mengiringi musik yang bergenre Arab, Mandarin, Dayak, Banjar dan Sunda.
“Pengalaman yang sering saya mainkan musik Sunda, musik Arab, musik dangdut, dan musik Cina, aku menguasai di situ kalau musik Dayak dan Banjar baru-baru saja.” ungkapnya.
Sementara itu, pendapatannya dalam memainkan musik di tempat keramaian dapat mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Alhamdulillah sehari terkadang dapat 100 ribu ada juga 150 ribu, tapi tidak setiap hari saya turun karena sambil kerja serabutan lain. ” ungkapnya.
Di usianya yang renta, Jantra tidak ada niat untuk berhenti bermain musik, sebab menurutnya bermain musik bukan hanya untuk menghibur orang lain akan tetapi juga untuk menghibur diri sendiri.
“Sambil menghibur diri, sambil kita menghibur orang. Jadi saya yang terlebih dulu menghayatinya baru orang lain, semerdu-merdunya saya mainkan suling. ” tutupnya.


