lenterakalimantan.com, BARABAI – Setelah melewati perjuangan yang panjang Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi pendaki Gunung Halau-Halau yang tak berdaya karena sakit, Minggu (1/10/2023).
Proses evakuasi berlangsung selama 12 jam dengan melewati berbagai Medan terjal. Mulai dari digendong, dipikul menggunakan tandu, hingga terakhir dievakuasi menggunakan motor trail.
Salah satu personel Trail Runners Meratus (TRM) yang ikut mengevakuasi, Andre menjelaskan, semula korban Ayu (25) dievakuasi dari jalur pendakian titik cawan antara pos 4 menuju pos 3 dengan cara digendong oleh Ramidi perwakilan Pokdarwis setempat bersama Aidil personel TRM.
Beberapa saat berikutnya, para personel lainnya dari TRM, Rescue Relawan Murakata, Vertical Rescue Indonesia (VRI), hingga BPBD HST datang menggunakan tandu guna membantu memudahkan proses evakuasi dari Pos 2 Sungai Karuh sampai Pos 1 Tiranggang.
“Sampai di Pos 1, korban yang tak berdaya itu berikutnya dievakuasi menggunakan unit trail Tim SAR gabungan hingga ke posko induk Balai Adat Kiyu, Desa Hinas Kiri sekira pukul 18.30 Wita,” jelasnya, Senin (2/10/2023).
Setelah itu, korban langsung diberikan pertolongan pertama dan bantuan oksigen oleh tenaga medis yang bertugas. Lalu, ia langsung dibawa ke IGD RSHD Barabai guna penanganan lebih lanjut.
Andre mengaku tantangan proses evakuasi tersebut karena medan yang dilewati cukup sulit, baik itu tanjakan maupun turunan. Namun, Alhamdulillah korban dapat dievakuasi dengan selamat.
Total rombongan pendaki tersebut ada enam orang. Untuk lima pendaki lainnya juga turut berhasil turun dengan selamat bersamaan dengan puluhan personel tim SAR gabungan yang menyapu bersih jalur pendakian.
Setelah semuanya berhasil turun, BPBD HST bersama BASARNAS yang saat itu di posko induk menggali keterangan dari rombongan pendaki dan memastikan kondisi mereka.
Usai berhasilnya proses evakuasi tersebutn, operasi SAR Gunung Halau-Halau secara resmi ditutup.


