lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Barito Kuala (Batola) menggelar rapat koordinasi (rakoor) bersama pihak kepolisian dan kejaksaan negeri setempat.
Rakoor tersebut dalam rangka Fasilitasi Sentra Gakkumdu pada tahapan pencalonan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, dan DPRD, bertempat di Nasa Hotel Banjarmasin, Senin (23/10/2023).
Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Batola, Muhammad Syaifi.
Muhammad Syaifi mengatakan, ini dalam rangka menyampaikan kepada peserta yakni pengawas Pemilu dan seluruh peserta perwakilan partai politik (parpol) untuk memastikan bahwa dalam tahapan pencalonan adanya indikasi dugaan pelanggaran tindak pidana dalam Pemilu.
“Tentunya perwakilan parpol perlu memperhatikan supaya tidak ada yang melanggar tindak pidana pemilu didalamnya. Kemudian juga menyampaikan terkait kegiatan pelaksanaan kampanye,” ucapnya.
Adapun potensi pelanggaran pemilu yang marak terjadi di Batola paparnya ialah pelanggaran administrasi yaitu penempatan alat peraga.
“Terutama pada pelaksanaan kampanye terkait dengan penempatan alat peraga kampanye yang ditempatkan di tiang listrik dan pohon-pohon maupun di tempat publik pada umumnya,” jelasnya.
Ia juga mengimbau kepada pimpinan parpol untuk tidak melakukan apa yang telah dilarang terkait penyelenggaraan Pemilu.
“Kepada seluruh steakholder untuk turut serta mendukung dan memfasilitasi agar terselenggaranya Pemilu yang luber dan jurdil,” harap Syaifi.
Sementara itu, Kapolres Batola AKBP Diaz Sasongko menyatakan komitmen untuk mencipatakan Pemilu yang damai dan kondusif.
“Kami dari kepolisian sangat mengapresiasi langkah-langkah dari Bawaslu, karena inikan untuk menyatakan persepsi kami sebagai penyelenggara kemudian sebagai pengawas bersama-sama kita komitmen mencipatakan Pemilu yang damai dan kondusif,” timpalnya.
Turut hadir 18 perwakilan parpol, kejaksaan negeri dan anggota Polres Bartola, kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu 23 – 24 Oktober 2023.


