lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus mendorong petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang sehat.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKP2TPH) Tabalong telah menerapkan gerakan pertanian genta pro organik di sejumlah wilayah.
Salah satunya di atas lahan seluas 25 hektare milik Kelompok Tani Padaringan Tiga, Desa Lokbatu, Kecamatan Haruai, penerapan genta pro organik tersebut diterapkan.
Disampaikan oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kembang Kuning, Hotim, bahwa gerakan padi pro organik merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan pangan sehat serta menghindari pencemaran lingkungan akibat bahan kimia.
“Manfaatnya kalau kita menggunakan organik adalah pertama tidak berbahaya bagi petani, kedua tidak mencemari lingkungan kemudian dengan pro organik ini kualitas dari pada pangan kita jadi sehat,” ujar Hotim, Kamis (2/11/2023).
Ia menyebutkan kelompok tani ini telah menerapkan genta pro organik sejak 2022 lalu, dari penggunaan genta pro organik petani dapat menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida.
Selain itu, pihaknya menerangkan sebagai gantinya petani memanfaatkan biomasa dari tanaman padi sebagai pupuk alami.
Sedangkan untuk pengendali hama, petani memasang perangkap lampu tenaga surya otomatis dan menanam tanaman refugia dengan harapan dapat mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
Hotim menambahkan bahwa gerakan ini bukan berarti meninggalkan penggunaan pupuk kimia sepenuhnya, melainkan boleh menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang.
“Boleh saja menggunakan pupuk kimia dengan ketentuan tidak berlebihan atau mengikuti konsep pemupukan berimbang,” pungkasnya.


