lenteraKalimantan.com, PELAIHARI – Warga Desa Panyipatan, Jalan Suaka RT 09, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan dihebohkan penemuan bayi masih hidup berjenis kelamin laki-laki, di halaman mushola nurul iman dalam keadaan terbungkus kain.
Kepala Desa Panyipatan Muhammad Yusri saat dihubungi media ini mengatakan, awalnya bayi ditemukan oleh warga yang mendengar tangisan di sebuah mushola yang berdekatan dengan rumah warga.
“Warga yang mendengar tangisan bayi di tengah malam mendatangi lokasi dan ditemukan bayi laki-laki, sekitar umur 1 mingguan. Selanjutnya warga menghubungi Polsek Panyipatan dan diantarkan ke Bidan setempat,”katanya, Sabtu siang (9/12/2023).
M Yusri menegaskan, warga sekitar Desa Panyipatan tidak ada hamil diluar nikah dan menduga bayi ditemukan tersebut dibuang oleh warga luar.
“Kalau dugaannya, bayi tersebut dibuang orang luar, karena posisi mushola nurul iman ada di pinggir jalan raya lintasan Pelaihari ke arah Batakan,”tandasnya.
Terpisah Kapolsek Panyipatan Iptu Sulkani dalam keterangan tertulis membenarkan, adanya penemuan bayi di halaman mushola nurul iman di Jalan, Suaka RT 09 Desa Panyipatan.
“Sekitar pukul 01.00 Wita awalnya Ibu Nurnani (65) mendengar tangisan bayi selanjutnya membangunkan suami dan anaknya untuk mendatangi suara tangisan bayi tersebut, dan benar saja ada bayi di halaman mushola,”katanya.
Menurutnya, bayi jenis kelamin laki – laki dalam kondisi sehat berat badan : 2,48 Kg, Panjang : 48 Cm. Pada saat ditemukan warga bayi dalam keadaan menangis terbungkus kain berwarna biru dan kain tapih berwarna coklat. Selanjutnya dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Panyipatan dan dirujuk RSHB Pelaihari.
“Belum diketahui motif ditemukan bayi tersebut dugaan sementara bayi hasil hubungan terlarang yang dibuang oleh orang tuanya,”pungkasnya.


