lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Sejumlah Green Leaders Indonesia (GLI) angkatan ke-3 dari Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) melakukan aksi Green Innovation Week (GROW) dengan menggelar sekolah konservasi, Sabtu (20/1/2024).
Kegiatan bertajuk konservasi dan edukasi lingkungan itu dilaksanakan 10 orang leaders GLI, didampingi 1 orang Dinamisator Wilayah Institut Hijau Indonesia (IHI) yang berlangsung di SDN Anjir Muara Serapat dan Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Koordinator Kegiatan, Khairul Rizal, menjelaskan kegiatan sekolah konservasi ini semula dirangkai dengan memberikan edukasi lingkungan kepada para peserta didik di SDN Anjir Muara Serapat.
Kemudian, pihaknya juga melakukan aksi tanam pohon rambai dan bersih-bersih sampah sungai di Pulau Curiak yang merupakan tempat konservasi salah satu hewan endemik Kalimantan, yakni Bekantan.
“Kegiatan ini dirancang untuk menyadarkan dan memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan di tengah krisis iklim yang semakin nyata,” katanya.
Aksi ini, kata Khairul, juga diberi nama Gerakan Green Hero Borneo dengan mengusung tema “Satu Langah, Seribu Ekosistem”. Pihaknya juga berkolaborsi dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).
Tujuan utama kegiatan ini, kata Khairul, untuk menyadarkan generasi pemimpin masa depan yang peduli dan berkomitmen dalam menghadapi kerusakan lingkungan.
“Lewat kegiatan ini kami harap bisa menumbuhkan semangat kaum muda dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, serta munculnya pemimpin yang pro terhadap lingkungan,” harapnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, sebagaimana tertuang di dalam Alquran bahwa manusia adalah khalifah di muka bumi yang artinya menjaga bumi dari segala kerusakan.
“Kami juga turut berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan ini,” ungkapnya.
Salah satu peserta kegiatan, Anis menyampaikan bahwa selain menambah ilmu, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk dirinya yang bisa terlibat dalam mengedukasi dan melakukan penghijauan.
Sementara itu, Founder Sahabat Bekantan Indonesia, Amalia Rezeki mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Green Leaders Indonesia ini.
Lebih dari itu, ia berharap kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Semoga kedepanya akan semakin banyak orang yang peduli terhadap pelestarian lingkungan ini,” harapnya.
Untuk diketahui, Green Leadership Indonesia (GLI) merupakan program pendidikan hijau yang diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia, dan didukung penuh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Tujuannya untuk memfasilitasi lahirnya pemimpin muda yang berperspektif keadilan sosial dan ekologis. Saat ini, program GLI sudah memasuki angkatan ke-3.
Selama 3 bulan, para peserta atau leaders secara intensif setiap Sabtu dan Minggu mengikuti kelas hijau. Hingga mereka saat ini mulai mengerjakan tugas akhir yang disebut Green Innovation Week (GROW).


