lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari gelar kegiatan “Muda Sadar Politik” yang berlangsung di Studio Sostroraharjo Radio Republik Indonesia (RRI) Banjarmasin, Sabtu (3/2/2024).
Ketua Pelaksana (Ketuplak), Ahmad Riyadi Purnawan mengungkapkan, pihaknya mengundang secara langsung narasumber dari Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarmasin, Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Selatan.
“Pada kegiatan ini kami mengundang narasumber bapak Hajriansyah, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarmasin, untuk memberikan materi kepada peserta mengenai “Budaya Urang Banjar dalam Berpolitik”. Selain itu, Bawaslu dan KPU Kalimantan Selatan diundang sebagai narasumber untuk menjelaskan sistematika atau hal-hal yang telah mereka lakukan,” ucap Riyadi.
Adapun tujuan mengundang narasumber tersebut adalah menjelaskan sistematika atau hal yang telah mereka lakukan.
“Tujuannya adalah agar peserta dapat lebih memahami sistematika dan aktivitas mereka. Meski peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, namun disayangkan bahwa waktu terbatas untuk sesi diskusi.” tambahnya.
Kemudian, Ketua Umum DEMA UIN Antasari, Ahmad Sunir Ridha, mengungkapkan bahwa pemilu sebagai media demokratis pemilihan pemimpin di Indonesia dalam menghadapi dinamika yang semakin rumit pada setiap pelaksanaannya.
“Pada tahun 2019 pemilu didominasi oleh generasi boomer (X) dan millenial (Y), pada tahun 2024 tercatat bahwa 60 persen pemilih lebih banyak didominasi oleh kalangan generasi millenial dan gen Z. Hal ini mengakibatkan proporsi tantangan pemilu beralih pada perlu memberikan edukasi pada kalangan muda agar memahami pemilu 2024 dengan baik,” papar Sunir.
Sunir juga menekankan, bahwa dominasi pemuda sebagai pemilih bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan tantangan yang harus dijawab oleh para pelaku demokrasi di Indonesia. DEMA UIN Antasari melihat, dominasi pemuda dalam pemilu turut bergerak untuk membantu menjawab tantangan yang dihadapi pemilih muda pada pemilu ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan dialog terbuka ini DEMA UIN Antasari berupaya berkontribusi dalam pelaksanaan cooling system agar pemilu 2024 dapat berlangsung dengan suasana yang aman dan damai di Indonesia. Upaya tersebut mencakup pelestarian budaya Banjar yang terancam oleh pengaruh budaya luar. “Muda Sadar Politik” diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk menciptakan pemilu 2024 yang sesuai dengan cita-cita demokrasi Indonesia.
“Selain itu, saatnya bagi anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam politik. Semangat anak muda dalam dunia politik adalah tanda bahwa generasi muda siap berperan dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih cerdas,” jelasnya.


