lenterakalimantan.com, PARINGIN – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Balangan membuat komitmen bersama keroyok stunting.
Dalam urusan menekan dan mempercepat penurunan kasus stunting di bumi sanggam, Akhmad Nasa’i soroti peran dan fungsi media, Senin (1/4/2024).
Dalam upaya menghambat dan menekan stunting, pemerintah daerah melalui Forkopimda Balangan melakukan kolaborasi penandatanganan komitmen bersama, pada kegiatan rembug stunting di Aula Benteng Tundakan.
Yang lebih menarik yakni, peran dan fungsi media menjadi sorotan dalam hal penyebarluasan informasi di Kabupaten Balangan, terlebih lagi ketiadaan slogan, atau ajakan berupa spanduk, poster, baliho dan sejenisnya untuk memberikan gambaran atau edukasi bagi warga masyarakat terkait stunting.
Hal ini disampaikan Akhmad Nasa’i yang notabenenya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan.
“Peran publikasi pemberitaan dari media yang ada di Kabupaten Balangan dirasa kurang untuk membantu pemerintah daerah dalam hal memberikan edukasi atau pengetahun tentang masalah stunting,” jelasnya di hadapan seluruh peserta kegiatan rembug stunting tingkat kabupaten.
Tidak terlepas dari hal itu, keberadaan Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Balangan juga menjadi sorotan di rembug stunting, dimana sejumlah pihak menanyakan kehadiran bidang yang mewakili instansi yang memiliki andil penting keterlibatan menangani stunting.
Akhmad Nasa’i menambahkan, program Balanting (Balangan Melawan Stunting) masih dirasa kurang optimal, pasalnya program tidak bisa diandalkan, melainkan kembali pada Sumber Daya Manusianya (SDM) dalam menjalankan sebuah program.
“hal ini perlu dikembangkan dan dikaji kembali, guna mengukur keakurasian program yang selama ininmasih berjalan, terlebih peran media dalam penyebarluasan informasi,” bebernya.
Terkait hal ini, Ketua Yayasan Adaro Bangun Negeri, Zuraida Murdia Hamdie mengungkapkan bahwa, pihaknya telah menjalin kerjasama pemberitaan kepada dua media lokal di Kabupaten Balangan.
“Masalah pemberitaan, kita sudah menjalin kerjasama kepada dua media lokal, bersama Antara dan Banjarmasin Post, tentunya dalam hal kinerja Yayasan Adaro Bangun Negeri, dalam perannya membantu pemerintah daerah menekan dan menangani masalah stunting,” jelasnya.
Sementara itu, Marthina Jessica yang merupakan tim dari CSR Yayasan Adaro Bangun Negeri menyampaikan, untuk masalah stunting pihaknya hanya terfokus pada salah satu daerah saja.
“Sementara ini kita hanya fokus pada daerah yang berstatus ring satu, dan tidak menutup kemungkinan kita akan merambah di daerah lain,” pungkasnya.


