lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Relawan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati dari nomor 1, Haji Rahmat dan Haji Zazuli peduli budaya menghadirkan festival kuda lumping.
Pagelaran kuda lumping bertempat di lapangan sepak bola Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut (Tala), diramaikan 3 grup kuda lumping.
Kegiatan festival kuda lumping dibuka secara resmi oleh calon bupati (cabup) Tala Haji Rahmat didampingi calon wakil bupati (cawabup) Haji Zazuli, ditandai dengan memukul gong sebanyak tiga kali.
“Kegiatan festival kuda lumping ini kami nyatakan dibuka,” kata Haji Rahmat, Minggu (20/10/2024).
Haji Rahmat mengatakan, kuda lumping ini bagian mewujudkan atau melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia dan saat sekarang ada di Tala.
Ia menambahkan, karena pihaknya mengetahui Tala terdiri dari masyarakat beragam etnis.
“Sehingga melalui kegiatan festival, bukan saja kuda lumping, bisa saja wayang dan lain-lain sebagainya, kami lestarikan untuk menunjang meningkatkan kreatifitas seni budaya diwariskan,” ujarnya.
Haji Rahmat menjelaskan, kegiatan festival kuda lumping dapat menaikan pertumbuhan ekonomi tingkat bawah. Dengan adanya festival kuda lumping masyarakat tingkat bawah bisa berjualan, seperti tukang pentol, dan lainnya dapat menaikan hasil jualnya.
Menurutnya, pesta demokrasi adalah pestanya rakyat dilaksanakan 5 tahun sekali. Sehingga sewajarnya memang milik rakyat untuk menghibur semuanya.
“Festival kuda lumping ini kami laksanakan di beberapa titik kecamatan yang ada di Kabupaten Tala, selain itu ada pula wayang, pertandingan voli dan sepak bola,” ujarnya.
Tidak itu saja kata Haji Rahmat, paslon RaZa akan menghibur masyarakat Tanah Laut menghadirkan NDX AKA pada 13 November 2024.
Haji Rahmat berharap, Pilkada Tala 2024 sambut dengan gembira, stop ujaran kebencian, isu dan fitnah, inilah pesta rakyat.
“Marilah sukseskan pemilu dengan damai beradu gagasan maupun program, jangan mementingkan diri sendiri ambisi untuk diri pribadi, hingga menghina kerukunan keanekaragaman yang telah terwujud di Tanah Laut,” katanya.
Di lain sisi, Haji Rahmat menegaskan, untuk meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) bukan hanya menaikan atau menyekolahkan anak-anak adanya beasiswa bagi anak yang tidak mampu namun pintar.
Bukan saja mewujudkan satu desa satu sarjana, dan bukan saja melengkapi fasilitas pendidikan di pesantren maupun di pendidikan umum.
“Paling utama kami akan menikan insentif atau gaji guru agama dan guru pengajar umumnya. Karena mereka lah orang-orang tanpa jasa yang rela mengorbankan mengajarkan anak-anak kita menjadi akhlak lebih pintar kedepannya, dan itu program kami bukan hanya janji-janji palsu,” pungkasnya.
Perlu diketahui festival kuda lumping ini dalam rangka tasyakuran pelantikan DPR-RI Haji Endang Agustina. (Ao)


