lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Turnamen E-Sport Mobile Legends Tala Youth Championship 2024 secara resmi dibuka oleh Haji Rahmat dan Haji Zazuli sebagai penasehat Golden Deer Esport Tanah Laut.
Turnamen Mobile Legends digelar di Taman Pasar Lama 0KM Pelaihari, Tala, diikuti sebanyak 32 tim Mobile Legends dari Tala dari berbagai kecamatan ikut turnamen terbesar se-Tala, Jumat (8/11/2024 malam
Pembukaan Mobile Legends di 0KM Pasar Lama sangat meriah, Haji Rahmat memberikan pesan terbaik kepada peserta Mobile Legends, di mana olahraga ini semakin ke depan menjadi andalan utama.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat makanya E-Sport dipertandingkan bahkan Indonesia atlet E-Sportnya sudah menjadi juara dunia dan ke depan E-Sport tidak bisa dipandang sebelah mata. Ke depannya lebih digiatkan dan dibesarkan lagi,” katanya.
Haji Rahmat berharap, dengan adanya turnamen E-Aport bisa mewujudkan atlet bisa diorbitkan hingga ke ajang nasional dan internasional.
“Kegiatan ini dapat memberikan kemanfaatan bagi kita semua, membawa ajang prestasi dan berdampak nilai positif adanya digitalisasi dimanfaatkan ke hal yang positif bukan digunakan kearah yang negatif,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua ESI Tala, Haji Muhammad Rahmat Hidayat, mengatakan, cabang olahraga E-Sport ini tidak bisa dikatakan cabor ecek-ecek yang tidak mempunyai tujuan, tapi cabor ini adalah cabor yang legal dan mempunyai arah serta tujuan akan dicapai sehingga memberikan dampak baik bagi kalangan masyarakat.
Ia bilang, adanya ESI ini diharapkan mampu membantu pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan serta mengembangkan ekosistem E-Sport di Tala.
Semua ini akan tercapai apabila sadar betul akan pentingnya kemajuan era teknologi informasi seperti yang dirasakan saat ini.
Di mana aktivitas manusia saat ini tidak luput dengan benda yang bernama smartphone, semua akses bisa diraih dengan jempol jemari .
Untuk itu ESI Tala hadir untuk mewadahi para kawula muda, dewasa ataupun yang sudah berumur untuk bersama-sama memanfaatkan fasilitas yang sudah ada ini.
Menurutnya, game mobile ini sifatnya dinamis dapat dimainkan atau diminati oleh semua kalangan baik muda tua pria maupun perempuan.
Tidak memandang usia, tidak memandang gender, tidak memandang ras ataupun warna kulit, semua bisa bermain game mobile tanpa adanya larangan asal mempunyai smartphone. Itulah kebhinekaan dalam dunia Game Mobile.
“Kami sangat bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tournament ini, karna seyogyanya ketika turnamen ini dilaksanakan, maka tentu antusiasme masyarakat terhadap olahraga E-Sport ini semakin tinggi dan minati oleh orang banyak,” ungkapnya.
Perlu diketahui kata Hidayat, bahwa E-Sport Indonesia (ESI) adalah organisasi induk cabang olahraga Esport dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dimana ESI didirikan pada tahun 2021, yang diketuai langsung oleh Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan
Maka dari itu, PB ESI memiliki aturan yang mutlak dan harus dijalankan, aturan ini mengatur segala bagian-bagian yang ada di dalam E-Sport contoh kecilnya ada pihak tertentu yang menyelenggarakan event atau turnamen tanpa seizin atau sepengetahuan pihak ESI, hal tersebut dapat dijatuhi hukuman misalnya sanksi administrasi atau pembubaran saat acara berlangsung. ESI sendiri dapat menjalin kerjasama dengan aparat penegak hukum.


