lenterakalimantan.com, RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin terus berupaya menekan angka inflasi agar beban ekonomi masyarakat berkurang. Pj Bupati Tapin, M. Syarifuddin, meminta Dinas Perdagangan untuk menggelar kembali program pasar murah, serta menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk mencari terobosan lain dalam menurunkan inflasi.
Hal ini disampaikan oleh M. Syarifuddin usai mengikuti rapat koordinasi inflasi daerah secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri RI yang dihadiri pimpinan SOPD terkait, bertempat di ruang kerjanya pada Senin (11/11/2024).
Menurut Syarifuddin, angka inflasi di Kabupaten Tapin yang sebelumnya mencapai 2,61%, kini berhasil turun ke angka 1,7%. “Mudah-mudahan inflasi bisa terus menurun,” ujarnya optimis.
Sementara itu, di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Dr. H. Sufiansyah, MAP, menegaskan bahwa meskipun daya beli masyarakat masih rendah, inflasi di Tapin tetap lebih rendah dibandingkan dengan angka nasional.
“Dengan memetakan daerah-daerah yang paling terdampak inflasi, kami bekerja sama dengan Dinas Perdagangan untuk menggelar pasar murah,” jelas Sufiansyah.
Ia juga menambahkan, beberapa komoditas seperti daging ayam, cabai, dan beras menjadi faktor utama inflasi karena harga-harganya sering mengalami kenaikan.
“Biasanya menjelang hari besar keagamaan, harga beras, cabai, dan ayam potong sempat naik, namun Alhamdulillah kenaikan ini tidak berlangsung lama. Kami membantu masyarakat dengan mengadakan operasi pasar,” tutupnya.


