Oleh: NINA SETIANI
WARGA Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut (Tala) antusias mengikuti pengabdian masyarakat dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan mahasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin pada Sabtu (7/12/2024) lalu.
Pengabdian yang dilakukan para mahasiswa terdiri dari Agus Harianti, Aulia Anisa, Erlina Astuti, Nina Setiani, Puspita DK, Salamiah dan Yuniarti. Memberikan penyuluhan dan praktik bersama kader Kesehatan Desa Ujung tentang stunting dan pijat akupresur untuk menambah nafsu makan pada Balita.
Sekedar informasi, permasalahan kesehatan masyarakat seperti stunting, anemia pada ibu hamil, rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan hipertensi masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Diketahui di antara permasalahan tersebut, stunting merupakan salah satu isu yang paling krusial karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan.
Berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting nasional sebesar 21,6%, dengan target pemerintah untuk menurunkannya menjadi 14% pada 2024.
Saat ini, target Kalimantan Selatan untuk 2024 adalah mencapai prevalensi 16% sejalan dengan target nasional (profil Kesehatan Indonesia, 2023).
Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan pola asuh yang kurang tepat. Salah satu penyebab utama adalah kurangnya nafsu makan pada balita, yang dapat terjadi karena anemia, infeksi, atau kebiasaan makan tidak sehat.
Nafsu makan rendah menyebabkan asupan gizi tidak mencukupi, sehingga anak berisiko stunting akibat kekurangan energi, protein, dan mikronutrien penting seperti zat besi dan zinc (Sri Hartanti, 2024)
Berdasarkan pentingnya pemberdayaan masyarakat, kami sebagai mahasiswa Program Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin merasa tertarik untuk melaksanakan praktik pemberdayaan masyarakat di Desa Ujung, wilayah kerja Puskesmas Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.
Desa Ujung memiliki berbagai potensi sekaligus tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan holistik dan kolaboratif.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader meliputi Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan memberikan edukasi kepada kader mengenai metode PIA PENTING (Pijat Akupresur Untuk Pencegahan Stunting).
Dalam meningkatkan nafsu makan anak sebagai salah satu intervensi penanganan stunting, yang kemudian dapat mengimplementasikannya dengan mengajarkan kepada ibu yang mempunyai bayi-balita.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Lansia

Mengenai senam anti hipertensi dengan mengajarkan teknik senam anti hipertensi kepada masyarakat lansia sebagai upaya menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.
Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan rendah garam, olahraga rutin, dan pengelolaan stres untuk mencegah dan mengelola hipertensi.
Peningkatan pengetahuan tentang penggunaan MKJP dengan memberikan penyuluhan kepada pasangan usia subur tentang manfaat dan pilihan metode kontrasepsi jangka panjang (IUD, implan, dan lain-lain) sebagai upaya mendukung program Keluarga Berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan reproduksi.
Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan edukasi kepada ibu hamil mengenai pentingnya konsumsi zat besi, pola makan bergizi, dan pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk mencegah anemia dan komplikasi terkait kehamilan.
Seperti yang dikatakan oleh Hj Nurul Qomariah, S.ST selaku Preseptor Lapanngan dari Puskesmas Bati-Bati. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, diharapkan semua orang terkait dapat turut berperan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan sehingga masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dirinya.
Selain memberikan penyuluhan mahasiswa juga memberikan Inovasi PIA PENTING dengan praktik langsung ibu–ibu kader kesehatan Desa.
Praktek tentang pijat akupresur ini berguna untuk menambah nafsu makan pada balita sangatlah mudah dilakukan oleh ibu-ibu kader Kesehatan didesa dan mereka pun akan bersedia untuk mengajarkan pada Ibu-ibu yang mempunyai balita di desanya.
Komentar dari ibu-Ibu kader Kesehatan Desa Ujung, Bati-Bati, juga membuat komitmen bersama bidan di desa, kader kesehatan desa, lintas sektor yang berhadir dalam kegiatan untuk bersedia melaksanakan inovasi ini sehingga harapan penurunan angka Stunting bisa terwujud.
———————————————————————————————————————————————-
Penulis merupakan Mahasiswa RPL Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin


