lenterakalimantan.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST), melalui Dinas Pendidikan bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menggelar Forum Grup Discussion (FGD) di Hotel Dafam Enkadeli Thamrin Jakarta, Senin (16/12/2024).
FGD tersebut digelar dengan membahas materi pemilihan penyedia jasa konstruksi melalui katalog dengan metode competitive catalog dan penggunaan katalog elektronik (E-Katalog) versi 6 Lingkup Disdik HST.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, melalui Kasi Kelembagaan dan Sarpras SMP, Muhammad Kharies Setiawan mengatakan tujuan kegiatan ini bagian dari sosialisasi e-katalog versi 6.
Adapun peserta FGD ini diikuti 17 orang dari berbagai bidang seperti Bidang SD, SMP, PAUD dan Sekretariat Dinas Pendidikan.
Hasil dari FGD ini memberikan wawasan kepada peserta tentang mini kompetisi yang ada di e katalog versi 6. Metode ini terbilang baru yang akan diterapkan dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Dalam metode ini terdapat dua kelebihan, yakni menekan harga dan menjamin kualitas barang. Metode ini seperti tender, siapa yang punya produk di etalase dia bisa memberikan penawaran. Penyedia ini akan saling berkompetisi rendah-rendahan harga,” ujar Kharies.
Dalam metode mini kompetisi terbagi menjadi tiga. Yakni untuk produk, spesifikasi dan konstruksi. Artinya semua jenis pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan bisa melalui metode ini.
Sementara itu, Narasumber dari Direktorat Pasar Digital Pengadaan LKPP, Ibnu Hamdam Muhammad Syaifuddin menerangkan lewat FGD ini diharapkan para peserta dapat lebih memahami terkait dengan bagaimana melakukan mini kompetisi di dalam katalog elektronik.
Ibnu menjelaskan perbedaan e-katalog dari versi 5 sebelumnya dan versi 6 ini yakni ada perubahan total dari segi tampilan atau aplikasi. Lalu, user interface yang digunakan juga sudah lebih bagus selayaknya belanja di marketplace.
Kemudian versi 6 ini juga sudah bisa menggunakan tanda tangan elektronik dan e-meterai dengan harapan hal ini bisa mempersingkat waktu pengadaan.
“Yang sebelumnya pengadaan harus datang langsung, penandatanganan kontrak kita persingkat dengan adanya penandatanganan elektronik ini,” bebernya.
Berikutnya pembayaran juga sudah terintegrasi dan bisa dilakukan di dalam sistem, serta bisa dimonitor secara langsung. Begitu pula pengiriman juga telah terintegrasi dengan penyedia jasa pengiriman seperti JNE, JNT dan sebagainya.
“Banyak yang kita tingkatkan dalam versi 6 ini. Baik terkait pembayaran, tanda tangan elektronik, pengiriman dan lain sebagainya. Keamanan sistem juga sudah kita tingkatkan,” tutupnya.


