lenterakalimantan.com, RANTAU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menyatakan kesiapan untuk merehabilitasi Hutan Kota Rantau guna menambah variasi jenis pohon serta memperbaiki infrastruktur yang mulai mengalami kerusakan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan tersebut sekaligus memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Kepala DLH Tapin, Noordin, mengungkapkan bahwa rehabilitasi akan mencakup penanaman kembali tanaman yang mati dan menambahkan jenis pohon langka, seperti pohon ulin, yang kini hampir punah.
“Tanaman yang mati akan kami ganti, dan kami juga akan menambah variasi jenis pohon untuk memperkaya lingkungan. Salah satunya dengan menanam pohon-pohon langka seperti ulin, yang saat ini keberadaannya semakin sulit ditemukan,” ujar Noordin di Rantau, Kabupaten Tapin, Jumat (10/01/2025).
Menurut Noordin, selain memperkaya ruang terbuka hijau, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi pohon langka.
“Kami ingin Hutan Kota Rantau tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sebagai wahana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keberadaan pohon-pohon langka,” katanya.
Selain aspek penghijauan, DLH Tapin juga akan melakukan perbaikan infrastruktur, seperti paving block dan siring di sekitar danau buatan yang mulai rusak. Meskipun fasilitas seperti gazebo dan toilet sudah tersedia, Noordin mengakui bahwa minat masyarakat untuk berkunjung masih tergolong rendah.
“Beberapa infrastruktur seperti jalan dan siring di danau buatan mengalami longsor dan perlu segera diperbaiki. Kami berharap setelah rehabilitasi, daya tarik Hutan Kota Rantau semakin meningkat,” tambahnya.
DLH Tapin optimistis bahwa perbaikan ini akan menjadikan Hutan Kota Rantau sebagai ruang publik yang lebih nyaman, sekaligus berperan dalam mendukung pelestarian lingkungan. Dengan adanya berbagai upaya ini, diharapkan masyarakat semakin tertarik untuk berkunjung dan turut serta dalam menjaga kelestarian hutan kota sebagai paru-paru hijau daerah.
Editor : Tim Redaksi


