lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dunia pers berduka, mantan Ketua PWI Pusat Margiono menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (1/2).
Margiono meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Modular, Jakarta pada pukul 09.45 WIB.
“Telah meninggal dunia sahabat dan mantan ketua PWI Pusat Margiono, pukul 09.45 wib pagi ini di RSPP Modular, Jakarta,” berdasarkan keterangan yang diterima lenterakalimantan.com.
Kepergian Margioni membawa kesan mendalam bagi insan pers dan beberapa pejabat di Kalsel, seperti Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor dan Bupati Tabalong Dr H Anang Syaifani.
Gubernur misalnya merasa kehilangan sosok tokoh pers bangsa yang menjabat sebagai Ketua PWI Pusat selama 2 periode ini.
”Kita kehilangan tokoh pers yang banyak memberikan kemajuan dan perkembangan pers di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Paman Birin ini.
Pada kesempatan ini dirinya menyampaikan turut berduka atas berpulangnya Ketua PWI Pusat periode 2008-2013 dan 2013-2018.
”Atas nama pribadi dan pemerintah provinsi Kalsel kami turut berduka atas meninggalnya mantan Ketua PWI pusat,” kata Gubernur yang juga penerima Pena Emas PWI ini.
”Beliau adalah pejuang sejati pers,” ucap Anang.
Dirinya juga mengenang ketikan Margiono meletakkan batu pertama Gedung PWI Tabalong.
”Pak Margiono mengatakan saya tidak mau hanya sebatas meletakkan batu pertama saja, tapi saya juga akan datang untuk meresmikan selesainya pembangunan Gedung PWI ini, karena sudah banyak saya meletakkan batu pertama tapi pembangunannya tidak selesai-selesai juga,” kenang Bupati Anang Syakfiani penerima Pena Emas PWI Pusat ini.
Baginya pernyataan menunjukkan mendiang Margiono merupakan pejuang sejati pers di Indonesia.
Selain itu, Margiono ingin agar semua pihak menempatkan pers secara proporsional dan interaksi positif antara pers dan pemerintah serta masyarakat harus dibangun.
”Saya terakhir bertemu beliau 23 November 2021 yang lalu dalam acara penyegaran ahli pers,” tuturnya.
Selain itu Faturahman (mantan ketua PWI Kalsel) juga berduka. Dia menilai Margiono merupakan wartawan yang memperjuangkan jurnalistik agar lebih bermanfaat lebih luas bagi masyarakat.
Bukan itu saja, Margiono merupakan sosok yang mengelola PWI secara profesional.
”Semasa kepemimpinannya PWI mulai dikelola secara profesional dan memberi pemahaman kode etik secara meluas pada anggotanya.” ucapnya.
Senada Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie mengatakan Margiono merupakan salah satu Ketua PWI Pusat yang memberikan perhatian khusus pada Kalsel.
”Secara emosional kita memiliki hubungan yang baik dengan beliau, ia sangat perhatian terhadap PWI Kalsel. Banyak kegiatan nasional yang digelar di Kalsel semasa kepemimpinannya,” tutur Helmie seraya menambahkan insan pers Indonesia kehilangan sosok panutan.


