lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kegembiraan dirasakan oleh warga Kecamatan Kurau dan Kecamatan Bumi Makmur yang mayoritas sebagai petani, lantaran dua Kecamatan tersebut merupakan lumbung padi di Kabupaten Tanah Laut .
Tahun 2025 ini, petani di Bumi Makmur dan Kurau mendapatkan hasil panen yang melimpah, dengan padi kualitas cukup baik . Seperti yang dirasakan oleh petani di Desa Handil Negara, Kecamatan Kurau hasil panen padi tahun ini meningkat, sehingga cukup menggembirakan bagi mereka.
Bukan hanya hasil produksi padi meningkat, tetapi juga harga jual gabah yang lebih baik, jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih dibawah Rp 6500 rupiah per kilogram dan disinyalir adanya spekulan yang bermain.
Di tahun sebelumnya juga banyak laporan petani soal kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, disebabkan adanya permainan oleh mafia pupuk.
Namun setelah di reformasi oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, pada tahun ini pupuk subsidi relatif lebih mudah didapatkan oleh petani.
Saat ini, Petani menjual padi basah (gabah belum dijemur) dengan harga Rp.7.000 per kilogram, sementara padi kering pada musim panen kali ini , bisa mencapai Rp.8.000 per kilogram.
Kepala Desa Handil Negara, Supian Sauri, menyebutkan peningkatan tersebut tak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Bantuan berupa edukasi pertanian serta penyaluran pupuk, yang memberi dampak cukup signifikan bagi petani.
“Penghasilan padi tahun 2025 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan harga padi juga sangat bagus,” ujarnya, Kamis (4/8/2025).
Mayoritas warga desa Handil Negara memang berprofesi sebagai petani. Namun, tidak semuanya bisa panen dua kali setahun. Menurut Supian, hanya sebagian yang menanam padi unggul berusia tiga bulan, sedangkan lainnya masih mengandalkan padi tahunan.
Hal senada diungkapkan Marhani, salah seorang petani setempat. Ia mengakui harga padi tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk padi basah sekitar Rp6.800 sampai Rp7.000, sedangkan padi kering Rp8.000. Lebih bagus daripada sebelumnya,” jelasnya.
Meningkatnya Hasil panen dan kenaikan harga padi di wilayah ini, merupakan salah satu hasil kerja dan dukungan dari Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto.
Di sejumlah Desa di Kecamatan Kurau , Pemkab Tanah Laut juga gencar memberikan bantuan berupa Alsintan kepada Brigade Pangan ( BP). Dan tidak henti-hentinya Bupati Rahmat, menegaskan pembeli padi tidak boleh dibawah Rp 6500 rupiah per kilogram.
Bupati Rahmat, juga serius menangani mafia pupuk bersubsidi, dan berkomitmen untuk melawan mafia pupuk, dan jika masih ada di Kabupaten Tanah Laut maka akan berhadapan dengannya.
Editor: Dad


