lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Suasana haru menyelimuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan 2025 di Kabupaten Tanah Laut. Salah satu atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Tanah Bumbu, Putri Dian Mayangsari, harus menghentikan pertandingan setelah dijemput sang ayah yang datang dalam keadaan meninggal dunia.
Diketahui, Putri Dian sempat dikarantina bersama atlet lainnya. Namun, kabar duka datang saat ayahnya dikabarkan kritis di Rumah Sakit Banjarmasin.
“Kemarin Putri Dian sedang di karantina, lalu dapat kabar ayahnya kritis. Jadi dia didiskualifikasi karena harus ke rumah sakit,” ujar pelatih FPTI Tanah Bumbu, Ahmad Yani, Selasa (28/10/2025).
Meski sempat kembali ke arena dan berhasil lolos hingga babak final, nasib berkata lain. Saat hendak bertanding, Putri menerima kabar bahwa sang ayah telah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 Wita dini hari.
Di tengah duka mendalam, Putri dihadapkan pada pilihan berat melanjutkan perjuangannya di arena demi meraih medali impian, atau pulang untuk mengantarkan sang ayah ke peristirahatan terakhir.
“Jadi tadi dia memutuskan pulang karena orang tuanya meninggal. Kemungkinan besar tidak akan melanjutkan pertandingan,” ungkap Ahmad Yani dengan nada sedih.
Putri akhirnya dijemput menggunakan mobil ambulans untuk mengantarkan jenazah ayahnya ke Batulicin.
Tangis haru pun pecah ketika ia melihat sang ayah terbujur kaku di dalam ambulans, momen yang tak terlupakan bagi rekan-rekan setim dan seluruh keluarga besar FPTI Tanah Bumbu.
Editor: Muhammad Tamyiz


