lenterakalimantan.com, JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (IDX: BNGA) membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp6,7 triliun pada sembilan bulan pertama 2025 (9M25), meningkat 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba tersebut menghasilkan earnings per share sebesar Rp209,57.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan pertumbuhan laba didorong peningkatan penyaluran kredit dan dana murah (CASA), disertai pengelolaan biaya yang efisien serta kualitas aset yang terjaga.
“Rasio gross non-performing loan (NPL) kami berada di level 1,98 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian,” ujar Lani melalui press rilisnya, Jumat (31/1/2025).
Lani menambahkan, strategi keberlanjutan Forward30 dan investasi pada teknologi digital menjadi pendorong pertumbuhan bank.
“Kami fokus memperkuat layanan berbasis digital dan meningkatkan pengalaman nasabah melalui inovasi berkelanjutan,” katanya.
Per September 2025, total aset CIMB Niaga mencapai Rp369,5 triliun, menempatkan bank ini sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,6 persen secara tahunan menjadi Rp278 triliun, dengan rasio CASA 67,9 persen. Sementara kredit/pembiayaan naik 4,6 persen menjadi Rp228,7 triliun, didorong segmen usaha kecil menengah (UKM) yang tumbuh 5,7 persen.
Unit usaha syariah CIMB Niaga juga mencatat total pembiayaan Rp58,2 triliun dan DPK Rp57,9 triliun, mempertahankan posisinya sebagai salah satu unit syariah terbesar di Tanah Air.
Bank ini juga melaporkan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,7 persen dan loan to deposit ratio (LDR) 81,1 persen. “Posisi modal dan likuiditas kami tetap kuat, mendukung ketahanan finansial jangka panjang,” ujar Lani.
Dorong Transformasi Digital
Hingga September 2025, sebanyak 91,1 persen transaksi finansial nasabah dilakukan melalui layanan digital seperti OCTO App dan Website, BizChannel@CIMB, ATM, dan OCTO Pay. CIMB Niaga juga mengembangkan jaringan Digital Branch dan Digital Hub di 58 lokasi, yang menawarkan layanan mandiri seperti pembukaan rekening dan penerbitan kartu debit dalam waktu kurang dari lima menit.
Aplikasi OCTO kini mengintegrasikan layanan mobile dan internet banking, menawarkan fitur seperti QRIS lintas negara, NFC Tap and Pay, pengajuan kartu kredit dan pinjaman pribadi, serta layanan investasi digital. Transaksi finansial melalui OCTO meningkat 44 persen sepanjang 9M25.
Fokus Keberlanjutan dan Inisiatif Hijau
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, sekitar 24 persen dari total pembiayaan CIMB Niaga atau setara Rp54,7 triliun dialokasikan untuk mendukung transisi energi bersih dan ekonomi rendah karbon. Pada September 2025, bank meluncurkan Sustainability-Linked FX and Derivatives Program untuk membantu nasabah menerapkan prinsip ESG dalam bisnis mereka.
Selain itu, CIMB Niaga memperkenalkan GreenBizReady, platform kolaboratif bagi nasabah UKM dan komersial yang ingin bertransformasi menuju praktik bisnis ramah lingkungan. Melalui inisiatif ini, bank menyediakan akses ke penyedia solusi keberlanjutan dan pendanaan hijau.
Raih Puluhan Penghargaan
Selama periode Januari–September 2025, CIMB Niaga meraih lebih dari 30 penghargaan nasional dan internasional, termasuk “Best Public Relations in Promoting Impactful Sustainable Communications” dari Warta Ekonomi, “Corporate & Investment Bank of the Year – Indonesia” dari Asian Banking Finance, serta “The Best Performance Bank KBMI 3” dari Infobank.
Editor : Tim Redaksi


