lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, membuka secara resmi kegiatan Dialog Kebersamaan dalam Keberagaman “Huma Betang Goes to Campus” Tahun 2025, di Auditorium Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Berintegritas, Berdampak Nyata, dan Membangun Masa Depan yang Hebat” ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kalimantan Tengah.
Dialog menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, antara lain Psikolog Klinis Ahli Pertama RSJ Kalawa Atei, Reisqita Vadika, M.Si, Psikolog.; Putri Indonesia Kalimantan Tengah, Ayesha Vaniaku Liharfin; serta Duta Wisata Indonesia 2023, Rebeka Putri.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda melalui nilai-nilai falsafah Huma Betang, simbol kebersamaan, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
Dalam sambutan mewakili Gubernur, Leonard menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Huma Betang dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.
“Falsafah Huma Betang mengajarkan kita untuk hidup rukun, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi persaudaraan dan gotong royong,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, generasi muda dituntut memiliki integritas, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.
“Generasi muda yang berintegritas adalah mereka yang mampu berpikir kritis, menjaga nilai moral, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk berkolaborasi dan berinovasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen membangun sumber daya manusia yang cerdas, sehat, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Menurutnya, generasi muda dengan karakter kuat akan menjadi motor penggerak pembangunan di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur Huma Betang.
“Saya harap melalui dialog ini seluruh mahasiswa tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi menjadi pelaku perubahan agen yang membawa dampak nyata melalui gagasan, kreativitas, dan tindakan positif bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Edtor: Rizki


