lenterakalimantan.com, TAMIANG LAYANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang, Agung Novarianto, melakukan koordinasi langsung dengan Bupati Barito Timur, M Yamin, terkait persiapan penyerahan Remisi Umum dan Remisi Khusus Dasawarsa bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin, (11/8/2025).
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kasubsi Pengelolaan Rutan, Sri Rahayu. Dalam pertemuan itu, Karutan memaparkan secara rinci mekanisme, alur pelaksanaan, serta tujuan pemberian remisi, yang sebagian besar penerimanya merupakan warga Kabupaten Barito Timur.
Agung Novarianto menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Kami ingin seluruh pihak memahami bahwa remisi adalah bentuk penghargaan negara kepada WBP yang berkelakuan baik, sekaligus memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Barito Timur, M Yamin, menyambut baik inisiatif koordinasi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan penyerahan remisi yang akan digelar pada 17 Agustus 2025.
“Pemerintah daerah siap membantu, baik secara administratif maupun teknis, agar pelaksanaan penyerahan remisi berjalan lancar,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan rencananya untuk turut hadir langsung dalam acara tersebut.
“Kalau tidak ada halangan, saya akan hadir dan menyerahkan sendiri remisi kepada warga binaan. Ini menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang penuh makna, sekaligus momen bagi mereka untuk menata kembali masa depan,” tambahnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemkab Barito Timur, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang optimistis pelaksanaan penyerahan remisi pada HUT ke-80 RI akan berjalan tertib, aman, dan penuh makna sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.
Selain sebagai bentuk penghargaan, kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para WBP untuk terus berperilaku baik dan mempersiapkan diri agar dapat kembali menjadi bagian aktif dalam masyarakat.
Editor : Tim Redaksi


