lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemkab Balangan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) tancap gas mengamankan ketahanan pangan daerah. Salah satunya dengan mendorong produksi padi secara masif melalui Gerakan Tanam Serentak, inovasi pertanian, hingga pembangunan lumbung pangan di berbagai wilayah.
Berkenaan dengan hal ini, saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKP3 Balangan, Dewi Diniati, mengatakan langkah ini menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan beras. Sekaligus meningkatkan produktivitas petani di tengah keterbatasan lahan.
“Pemkab Balangan tidak hanya hadir saat tanam, tetapi juga mendampingi petani sampai masa panen. Ini komitmen kami dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Selain tanam padi serentak, DKP3 juga menjalankan program unggulan bertajuk “Si Intan”, yang difokuskan pada optimalisasi lahan, perbaikan pola tanam, serta pendampingan teknis kepada petani. Program ini diarahkan sebagai motor peningkatan produksi tanpa harus membuka lahan baru.
“Optimalisasi lahan menjadi kunci. Kami mendorong peningkatan indeks pertanaman dari IP 100 naik ke IP 200, bahkan menuju IP 300 agar hasil panen meningkat signifikan,” tegas Dewi.
Sebagai penopang ketahanan pangan jangka panjang, pembangunan lumbung pangan juga terus dipercepat di sejumlah titik. Infrastruktur ini berperan penting dalam menjaga cadangan beras dan stabilitas pasokan sepanjang tahun, terutama saat musim paceklik.
Di sisi hilir, DKP3 Balangan turut melakukan pemantauan rutin harga gabah untuk memastikan petani tidak dirugikan.
Berdasarkan data terbaru di portal resmi DKP3 Balangan, harga Gabah Kering Panen (GKP) saat ini berada di kisaran Rp5.500 per kilogram, angka yang dinilai masih cukup stabil bagi petani.
Langkah terintegrasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Balangan tak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani dan daya tahan pangan daerah di tengah ancaman krisis global dan perubahan iklim.
Editor: Rizki


