lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, bersama Wakil Ketua Komisi I, Athink Patih Herman AB, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Setia, Merty Jumana, di Simpang LP Tiga, Gang Giri Raya, Kelurahan Lanjas, Kecamatan Teweh Tengah, Senin (24/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Merty Jumana memaparkan pengabdiannya selama 15 tahun mengelola PAUD Setia yang fokus melayani anak-anak berkebutuhan khusus. PAUD ini tidak hanya memberikan pendidikan usia dini, tetapi juga menjadi tempat terapi bagi anak dengan berbagai kondisi, seperti keterlambatan bicara, autisme, down syndrome, tuna grahita, hiperaktif, gangguan konsentrasi, serebral palsi, hingga gangguan tumbuh kembang pada usia 4 bulan hingga 12 tahun. Saat ini, PAUD Setia didukung oleh 13 tenaga pendidik.
Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj. Nety Herawati, menegaskan bahwa keberadaan PAUD inklusif seperti PAUD Setia sangat penting dan patut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Banyak anak di Barito Utara yang membutuhkan layanan pendidikan dan terapi khusus. PAUD seperti ini harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai serta masuk dalam prioritas perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Athink Patih Herman AB, menilai PAUD Setia sebagai wujud nyata kepedulian sosial yang harus dijaga dan diperkuat bersama.
“PAUD Setia menangani anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ini adalah kerja kemanusiaan yang luar biasa dan tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah daerah harus hadir memberikan dukungan nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendidikan inklusif merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan daerah guna menciptakan masa depan generasi yang lebih baik.
“Kami di DPRD siap mendorong kebijakan dan regulasi yang mendukung keberlangsungan PAUD inklusif agar dapat berkembang dan memberikan pelayanan maksimal bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Barito Utara,” pungkasnya.
DPRD Barito Utara berharap ke depan terbangun kerja sama yang lebih kuat, skema bantuan berkelanjutan, serta perlindungan regulasi agar PAUD inklusif seperti PAUD Setia dapat terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Editor : Tim Redaksi


