lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) mengawali tahun kerja 2026 dengan menekankan pentingnya percepatan kinerja, disiplin, serta inovasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Morning Briefing di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/1/2026).
Memasuki tahun baru, Gubernur Harum mengajak seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja lebih baik agar kinerja Pemprov Kaltim semakin meningkat.
“Harapan saya, tahun ini Kalimantan Timur akan jauh lebih berkilau. Yakinkan tahun 2026 ini kita akan lebih sukses, lebih cemerlang, dan berkilau dibanding tahun 2025,” ujar Gubernur Harum yang disambut aplaus para pimpinan OPD.
Ia menekankan, semangat baru harus dibarengi dengan integritas serta loyalitas terhadap aturan dan regulasi. Setiap pekerjaan, kata dia, wajib berpedoman pada peraturan perundang-undangan, bukan didasarkan pada perasaan.
Menurut Gubernur Harum, kerja keras dan kerja cerdas saja tidak cukup. Seluruh aparatur juga dituntut bekerja dengan ikhlas, tuntas, dan cepat. Karena itu, ia meminta para kepala OPD membudayakan disiplin di lingkungan kerja masing-masing, sekaligus bergerak lebih kreatif dan inovatif.
“Jangan menunggu apa yang akan dikerjakan, tetapi kerjakan apa yang bisa dikerjakan,” tegasnya.
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tersebut juga mengingatkan pentingnya memetakan sejak awal berbagai potensi masalah yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan, khususnya pekerjaan pembangunan. Antisipasi terhadap kendala cuaca dan faktor lainnya harus menjadi perhatian serius.
“Jangan beralasan hujan terus sehingga tidak bisa bekerja. Bersahabatlah dengan alam,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Harum menegaskan perlunya tekad bersama untuk mewujudkan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas. Tahun 2026, lanjutnya, harus ditandai dengan perubahan yang lebih jelas, terukur, dan cepat. Pekerjaan tidak boleh dilakukan secara serampangan, melainkan melalui perencanaan yang matang sejak awal tahun.
“Ritme harus diatur. Yang biasa lelet harus diubah menjadi lebih cepat,” kritiknya.
Ia menargetkan, kerja dan inovasi sudah terlihat sejak triwulan pertama dan kedua, termasuk pelaksanaan lelang proyek. Pekerjaan yang belum rampung harus dituntaskan pada triwulan ketiga dan keempat.
Gubernur Harum juga menegaskan seluruh program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program unggulan seperti Gratispol dan Jospol tetap menjadi prioritas, dengan fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta sosial.
“Program harus benar-benar menyentuh masyarakat dan memenuhi SPM. Tahun 2025 sudah bagus, tinggal ditambah kecepatannya,” pungkas Gubernur Harum.
Morning Briefing tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni, serta para asisten.


