lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) melaksanakan Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Selasa (3/2/2026).
Evaluasi dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, didampingi Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika dan Kepala Bappeda Litbang Banjarmasin, Ahmad Syauqi. Turut hadir sejumlah kepala SKPD serta tim asesor dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual.
Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, mengatakan evaluasi tersebut membahas capaian serta perkembangan program Smart City berdasarkan dokumen Masterplan Smart City yang telah disusun sejak 2021.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan evaluasi Smart City Kota Banjarmasin tahun 2025. Evaluasi dipimpin langsung oleh Pak Sekda untuk menjawab berbagai pertanyaan dari tim asesor terkait progres dan capaian yang telah dilakukan,” ujarnya.
Dalam evaluasi tersebut, tim asesor memberikan sejumlah masukan, di antaranya terkait kesesuaian Masterplan Smart City dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Banjarmasin yang baru.
Menanggapi hal itu, Windiasti menyampaikan Pemkot Banjarmasin telah menganggarkan revisi dokumen Masterplan Smart City pada tahun ini agar selaras dengan RPJMD Kota Banjarmasin 2025-2030, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta rencana strategis Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Penyesuaian Masterplan Smart City sudah dijadwalkan dan dianggarkan agar sejalan dengan RPJMD terbaru serta RPJMN Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, tim asesor juga menyoroti pemanfaatan energi terbarukan serta penerapan teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pelayanan publik.
Windiasti menambahkan, sejumlah inovasi berbasis teknologi telah diterapkan di Kota Banjarmasin, khususnya pada sektor transportasi. Dinas Perhubungan telah memanfaatkan sensor IoT untuk memantau pergerakan lalu lintas serta mengelola aplikasi angkutan publik BTS Go.
“Beberapa titik lampu lalu lintas juga sudah menggunakan sensor yang mampu membaca kepadatan kendaraan, sehingga durasi lampu hijau dapat menyesuaikan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penerapan teknologi tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan Kota Cerdas.
“Pada intinya, Kota Banjarmasin telah mulai memanfaatkan teknologi-teknologi terkini dalam pelayanan publik. Mudah-mudahan hasil evaluasi ini menunjukkan progres yang baik menuju target Smart City sebagaimana tertuang dalam Masterplan,” pungkasnya.
Sumber : MC BJM
Editor : Tim Redaksi


