• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: [OPINI] Prabowo Subianto Berkata: Kita Sedang Dikepung Para Bajingan Koruptor – We Hope Not Only Just Talking Head
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home [OPINI] Prabowo Subianto Berkata: Kita Sedang Dikepung Para Bajingan Koruptor – We Hope Not Only Just Talking Head
Opini

[OPINI] Prabowo Subianto Berkata: Kita Sedang Dikepung Para Bajingan Koruptor – We Hope Not Only Just Talking Head

lenterakalimantan.com
lenterakalimantan.com
Share
6 Min Read
Dr. Muhammad Uhaib As'ad, M.Si.
SHARE

Oleh: Dr. Muhammad Uhaib As’ad, M.Si
(Akademisi, Direktur Kajian Ekonomi Politik dan Kebijakan Publik Kalimantan Selatan, President International Institute of Influencers Indonesia)

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa bangsa ini sedang “dikepung oleh bajingan koruptor” sejatinya bukan sekadar retorika emosional, melainkan pengakuan politik yang sangat serius. Ungkapan itu mencerminkan kesadaran bahwa korupsi bukan lagi penyakit pinggiran, melainkan telah menjelma menjadi sistem yang mengakar dan mengepung hampir seluruh sendi kekuasaan negara.

Namun, dalam sejarah politik Indonesia, publik sudah terlalu sering mendengar pidato heroik tentang perang melawan korupsi. Kata-kata keras kerap lahir dari mimbar kekuasaan, tetapi berakhir menjadi sekadar “talking head” tanpa keberanian struktural untuk memukul aktor-aktor utamanya. Karena itu, pernyataan Prabowo harus diuji bukan dari diksi, melainkan dari tindakan nyata.

Korupsi di Indonesia bukan hanya soal individu serakah, tetapi merupakan kolaborasi kompleks antara elite politik, birokrasi, aparat penegak hukum, dan oligarki ekonomi. Dalam konteks ini, “bajingan koruptor” bukan figur tunggal, melainkan jaringan yang hidup, beradaptasi, dan bahkan mampu menunggangi kekuasaan yang sah.

Prabowo kini berada pada posisi paradoksal. Di satu sisi, ia adalah Presiden dengan legitimasi elektoral yang kuat. Di sisi lain, ia memimpin negara dengan koalisi besar yang di dalamnya tidak steril dari aktor-aktor bermasalah. Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai: berani melawan sistem yang ikut menopang kekuasaannya sendiri, atau memilih kompromi demi stabilitas politik semu.

Retorika anti-korupsi akan kehilangan makna jika tidak diikuti dengan pembenahan serius lembaga penegak hukum. KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian harus ditempatkan sebagai instrumen independen, bukan alat tawar-menawar politik. Tanpa itu, perang melawan korupsi hanya akan menyasar ikan kecil, sementara predator besar terus berenang bebas.

Publik menaruh harapan besar bahwa Prabowo tidak mengulangi pola pemimpin sebelumnya: keras di pidato, lunak di kebijakan. Pernyataan “dikepung koruptor” semestinya menjadi deklarasi perang terbuka, bukan sekadar framing untuk membangun citra populis di awal pemerintahan.

Masalahnya, korupsi di Indonesia telah berevolusi. Ia tidak selalu muncul dalam bentuk suap kasar, tetapi menjelma dalam kebijakan yang dibajak, proyek yang direkayasa, dan regulasi yang dirancang untuk kepentingan segelintir elite. Inilah korupsi kelas atas yang sulit disentuh tanpa keberanian politik luar biasa.

Jika Prabowo sungguh ingin membuktikan ucapannya, langkah pertama adalah memutus relasi kekuasaan dengan aktor-aktor bermasalah. Tidak ada perang melawan korupsi yang efektif jika pelaku berada di lingkar dalam istana, partai pendukung, atau kroni ekonomi yang kebal hukum.

Lebih jauh, keberanian politik juga berarti siap menghadapi risiko instabilitas jangka pendek. Membersihkan sistem pasti menimbulkan perlawanan balik. Namun, sejarah menunjukkan bahwa bangsa besar lahir bukan dari pemimpin yang aman, melainkan dari pemimpin yang berani mengambil risiko demi keadilan.

Pernyataan Prabowo juga harus dibaca sebagai pengakuan bahwa negara sedang dalam kondisi darurat moral. Ketika koruptor disebut “bajingan”, itu menandakan krisis etika yang akut. Namun, krisis ini tidak akan selesai dengan makian, melainkan dengan reformasi institusional yang konsisten.

Publik menunggu apakah Prabowo berani membuka kembali ruang bagi pemberantasan korupsi yang progresif, termasuk memperkuat KPK secara struktural dan politis. Tanpa itu, lembaga anti-korupsi hanya akan menjadi simbol, bukan senjata.

Di level kebijakan, transparansi anggaran, digitalisasi pelayanan publik, dan pembatasan konflik kepentingan harus menjadi agenda utama. Korupsi tumbuh subur dalam ruang gelap, dan negara selama ini terlalu banyak menyediakan ruang tersebut.

Lebih penting lagi, Prabowo harus memastikan bahwa hukum tidak lagi tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Selama keadilan bersifat selektif, kepercayaan publik akan terus runtuh, dan pernyataan keras presiden hanya akan menjadi ironi politik.

Dalam konteks global, keberhasilan memberantas korupsi juga menentukan posisi Indonesia di mata dunia. Investasi, kepercayaan internasional, dan stabilitas ekonomi sangat bergantung pada kepastian hukum dan integritas tata kelola negara.

Sejarah akan mencatat Prabowo bukan dari seberapa keras ia berbicara, tetapi dari seberapa banyak koruptor kelas kakap yang benar-benar tumbang di era pemerintahannya. Inilah ukuran objektif kepemimpinan anti-korupsi.

Jika perang melawan korupsi gagal, maka pernyataan “kita dikepung koruptor” justru akan berbalik menjadi pengakuan kegagalan negara melindungi rakyatnya sendiri. Lebih tragis lagi, ia akan dikenang sebagai retorika tanpa keberanian.

Namun, jika Prabowo konsisten, tegas, dan tidak kompromistis, maka pernyataan itu bisa menjadi titik balik sejarah. Sebuah momen ketika negara berhenti bernegosiasi dengan kejahatan.

Rakyat Indonesia tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menuntut keberanian dan kejujuran. Publik paham bahwa melawan korupsi bukan pekerjaan mudah, tetapi ketidakberanian jauh lebih berbahaya daripada kegagalan.

Oleh karena itu, harapan publik sederhana namun tegas: jangan hanya menjadi “talking head”. Jadilah kepala negara yang benar-benar memimpin perang melawan korupsi, bukan sekadar mengomentarinya.

Pada akhirnya, masa depan pemerintahan Prabowo akan ditentukan oleh satu pertanyaan fundamental, apakah ia akan dikenang sebagai presiden yang berani melawan bajingan koruptor, atau sebagai pemimpin yang tahu musuhnya, tetapi memilih berdamai dengannya.

Terpopuler

Pelayanan
Usai Lebaran, Bupati Tabalong Ingatkan ASN Kembali Fokus Beri Pelayanan Terbaik
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Program Organisasi Penggerak: Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Guru Champion

Ketika HMI Kehilangan Pesona Di Kampus: Gen Z dan Gen Alpha Terfragmentasi Ke dalam Organisasi Berbasis Hobby dan Bisnis Di Era Digitalisasi

Sektor Perbankan Indonesia yang Tidak Kompetitif

Doksing: Teror Baru Bagi Jurnalis di Era Digital

Menyelaraskan Diri Dengan Perkembangan AI

Anomali Sentralisasi Izin Tambang: Tingginya Risiko Korupsi Hingga Lemahnya Pengawasan

[OPINI] Bisnis di Negeri Para Bajingan: Kongkalikong Politisi dan Cukong

[OPINI] 700 SHM Warga Bekambit Dibatalkan: Negara di Pihak Siapa?

Tertahan di Hormuz: Keterlambatan Diplomasi dan Ujian Politik Bebas Aktif Indonesia

Mengubah Alur Sungai Mahakam Menjadi Sumber PAD Baru

Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article [OPINI] Lafran Pane, Dies Natalis HMI ke-79 dan Riwayatmu Kini: Antara Idealisme Intelektual dan Hedonisme Kekuasaan
Next Article Ketika HMI Kehilangan Pesona Di Kampus: Gen Z dan Gen Alpha Terfragmentasi Ke dalam Organisasi Berbasis Hobby dan Bisnis Di Era Digitalisasi

Latest News

Hari jadi
Gubernur Kalteng Dorong Optimalisasi Pertanian di Hari Jadi Kapuas
KALIMANTAN TENGAH Maret 30, 2026
Bupati Batola
Bupati Batola Terima Kunjungan Pangdam XXII/Tambun Bungai
KALIMANTAN SELATAN Maret 30, 2026
PPDB SMPN 2 Alalak Gunakan Tiga Jalur Seleksi, Zonasi Tetap Jadi Prioritas
Berita Maret 30, 2026
Halal Bihalal
Pemkab Kotabaru Gelar Apel dan Halal Bihalal
KALIMANTAN SELATAN Maret 30, 2026
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?