lenterakalimantan.com, TANJUNG – Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak memiliki kompetensi dan keterampilan digital berisiko tertinggal dalam dinamika birokrasi modern.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Junior Office Operator Tahun 2026 yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabalong, di Aula Usman Dundrung, Senin (9/2/2026).
Sebanyak 50 pengelola kepegawaian dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengikuti pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan administrasi perkantoran berbasis digital.
“Di era digitalisasi seperti sekarang, ASN dituntut bekerja cepat, tepat, dan berbasis kompetensi. Tanpa keterampilan, kita akan tertinggal,” ujar Noor Rifani dalam arahannya.
Ia berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga membentuk sikap profesional dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan adaptif.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kompetensi agar mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang smart,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Tabalong, Fauzan, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital ASN, khususnya pengelola kepegawaian.
“Peserta dibekali keterampilan penggunaan berbagai aplikasi dan sistem pendukung administrasi perkantoran digital,” ungkap Fauzan.
Ia menambahkan, peserta dipilih secara terbatas untuk mewakili pengelola kepegawaian di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan. Adapun narasumber berasal dari Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi Digital Banjarmasin.
Editor: Rizki












