lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang digelar SCA Borneo Education sebagai langkah konkret memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Luwansa Hotel Palangka Raya, Kamis (12/2/2026).
Dalam sambutannya, Hamka menilai pelatihan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan melalui program yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Inisiatif ini penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan SDM kesehatan merupakan investasi strategis jangka panjang. Kualitas layanan kesehatan, kata dia, sangat ditentukan oleh kompetensi dan integritas tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Tenaga kesehatan yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing akan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar sistem pendidikan dan pelatihan berjalan selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi hal mutlak untuk memastikan pendidikan, pelatihan, dan praktik pelayanan kesehatan selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung setiap upaya dan inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan demi terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera di Bumi Tambun Bungai,” katanya.
Sementara itu, Ketua SCA Borneo Education, Sastra, menjelaskan lembaganya resmi berdiri di Kalimantan Tengah pada 15 Desember 2025 sebagai bentuk komitmen menghadirkan pemerataan akses pelatihan tenaga kesehatan di daerah.
“Meski baru berdiri secara resmi di Kalimantan Tengah, kami telah aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan, webinar, dan workshop sejak 2016,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, selama ini banyak tenaga kesehatan dari daerah harus mengikuti pelatihan hingga ke Pulau Jawa untuk meningkatkan kompetensi. Kondisi tersebut menjadi latar belakang hadirnya SCA Borneo Education di Kalimantan Tengah.
“Selama ini, untuk mengikuti kegiatan atau kompetensi tertentu, banyak tenaga kesehatan dari daerah harus pergi ke Jawa. Oleh karena itu, kami hadir dengan program layanan langsung ke daerah agar sumber daya manusia kesehatan di daerah dapat memperoleh pemerataan kompetensi,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, SCA Borneo Education menggelar pelatihan BTCLS selama tiga hari, 12–14 Februari 2026, yang diikuti tenaga kesehatan, khususnya perawat. Pelatihan difokuskan pada penguatan kompetensi dasar penanganan kegawatdaruratan medis.
“Kompetensi kegawatdaruratan seperti BTCLS menjadi kemampuan dasar yang penting, karena situasi darurat dapat terjadi tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di luar fasilitas pelayanan kesehatan,” ungkap Sastra.
Ia berharap, melalui pelatihan ini kualitas pelayanan kesehatan di daerah semakin optimal seiring peningkatan kemampuan tenaga kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kita tidak bisa tertinggal dari teknologi, tetapi harus mampu mengikuti perkembangan tersebut agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” imbuhnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan kesehatan. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan semakin solid guna memperkuat jejaring profesional serta mendorong inovasi pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah.
Editor: Muhammad Tamyiz


