lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap suara mahasiswa kembali ditunjukkan secara nyata. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memilih duduk bersila di tengah massa aksi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2025), untuk mendengar langsung aspirasi mahasiswa.
Didampingi jajaran pejabat dan aparat keamanan, Gubernur yang akrab disapa Harum itu membuka ruang dialog terbuka dan humanis. Sikap tersebut menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk menjadikan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, sekaligus memastikan setiap aspirasi disampaikan secara damai dan bermartabat.
Perwakilan mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai perguruan tinggi di Samarinda, seperti Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, dan sejumlah kampus lainnya, menyampaikan berbagai tuntutan dan masukan strategis terkait kebijakan pendidikan dan pembangunan daerah.
Menanggapi permintaan evaluasi program Gratispol, Gubernur Harum menegaskan bahwa sejak awal dirinya bersama Wakil Gubernur Seno Aji memiliki tekad kuat untuk memastikan putra-putri Kalimantan Timur mendapatkan akses pendidikan seluas-luasnya hingga jenjang S-1, S-2, dan S-3.
“Kami ingin mahasiswa Kaltim tidak terbebani biaya pendidikan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat regulasi dari pemerintah pusat yang membatasi, khususnya terkait pemberian UKT secara gratis,” jelasnya.
Pada 2025, program Gratispol pendidikan telah dirasakan manfaatnya oleh sekitar 24.492 mahasiswa dengan total alokasi anggaran Rp127,88 miliar dari pagu Rp204,6 miliar. Bahkan, pada 2026 Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran sebesar Rp1,37 triliun dengan target sekitar 158 ribu mahasiswa dari semester dua hingga delapan.
“Gratispol ini kami siapkan khusus untuk anak-anak Kaltim yang berdomisili di Kaltim dan memiliki KTP Kaltim minimal tiga tahun. Ini bentuk keberpihakan kami terhadap masa depan generasi muda Kalimantan,” tegas Harum.
Selain sektor pendidikan, Gubernur juga menyampaikan komitmen pemerataan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang kualitas hidup dan akses pendidikan masyarakat. Selama setahun kepemimpinannya, Pemprov Kaltim telah membangun jalan Tering–Ujoh Bilang sepanjang kurang lebih 23 kilometer yang membuka keterisolasian Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
“Selama puluhan tahun, akses layak baru bisa dinikmati masyarakat di wilayah tersebut. Ini bukti bahwa pembangunan harus dirasakan merata,” ujarnya.
Ia juga mengumumkan peresmian Jembatan Sungai Nibung yang akan membuka akses transportasi dan distribusi barang di Kutai Timur dan Berau, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Di akhir dialog, disaksikan ratusan mahasiswa, Gubernur Harum menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen moral dan politik untuk menjalankan pemerintahan yang transparan dan berpihak pada rakyat, khususnya mahasiswa.
Turut mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, serta Kapolresta Samarinda Hendri Umar beserta jajaran.


