lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Anggota Komisi III Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), HM Rosehan NB, menyoroti kondisi jalan berlubang di Jembatan Banua Anyar, Jalan Pangeran Hidayatullah, Kota Banjarmasin.
Rosehan mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Keluhan terutama terkait lubang di ruas jalan jembatan tersebut serta minimnya penerangan di sejumlah titik yang dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Banyak laporan yang kami terima terkait kecelakaan akibat lubang di ruas jalan pada jembatan banua anyar dan kurangnya lampu penerangan di beberapa titik,” ujarnya saat ditemui di ruang rapat.
Ia menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemantauan awal dan dalam waktu dekat akan kembali meninjau langsung kondisi jalan di jembatan Banua Anyar, termasuk kawasan Jembatan Barito. Peninjauan juga akan mencakup rencana pembangunan Jembatan Barito II.
Berdasarkan temuan sementara, Rosehan menilai perbaikan dapat segera dilakukan oleh instansi teknis terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel.
“Jika memang serius, perbaikan itu bisa diselesaikan dengan cepat,” tegasnya.
Meski demikian, ia menyebut dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi dapat menjadi solusi sementara apabila perbaikan belum terealisasi dalam waktu dekat.
Rosehan menegaskan, tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah provinsi karena ruas jalan tersebut merupakan kewenangan provinsi. Ia juga mengingatkan adanya potensi konsekuensi hukum apabila terjadi pembiaran terhadap infrastruktur yang membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, laporan masyarakat terus berdatangan melalui berbagai kanal, mulai dari pesan WhatsApp hingga media sosial. Karena itu, ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.
“Kami berharap ada tindak lanjut nyata dalam waktu dekat demi keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


