lenterakalimantan.com, KANDANGAN – HAFECS Research and Publication (HRP) bersama HAFECS–Yayasan Hasnur Centre mengambil peran strategis dalam memperkuat pengembangan inovasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Melalui kajian akademik yang komprehensif, HAFECS mendampingi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) HSS memetakan ratusan inovasi daerah agar selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita.
Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kegiatan Sosialisasi, Diseminasi, dan Pemaparan Hasil Kajian Evaluasi Inovasi Daerah Berbasis Pemetaan Asta Cita yang berlangsung pada 4–5 Agustus 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Tidak sekadar menjadi narasumber, tim HAFECS menyusun dan mempresentasikan hasil evaluasi terhadap 217 inovasi daerah yang dikembangkan perangkat daerah di Kabupaten HSS. Kajian tersebut menilai tingkat kematangan inovasi, manfaat, keberlanjutan, tata kelola, hingga kesesuaiannya dengan delapan pilar Asta Cita.
Hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar inovasi masih terkonsentrasi pada reformasi birokrasi dan pembangunan sumber daya manusia. Sebanyak 100 inovasi atau 46,1 persen masuk kategori Asta Cita 7, sedangkan 73 inovasi atau 33,6 persen berada pada Asta Cita 4. Sementara itu, belum terdapat inovasi yang tercatat pada kategori hilirisasi dan industrialisasi.
Kepala BAPPERIDA HSS menyebut hasil kajian yang disusun bersama HAFECS akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan serta penentuan arah pengembangan inovasi daerah ke depan.
“Inovasi daerah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus selaras dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, HAFECS menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk mengupas inovasi dari beragam perspektif.
Pada hari pertama, Dr. Muhammad Rahmattullah, M.Pd., Ellyna Hafizah, M.Pd., Muhammad Fadli Ridhani, Farida Hayati, S.Pd., dan Raihani Raziqin, S.Tr.Kom. memaparkan hasil kajian di bidang pendidikan, ekonomi dan UMKM, serta teknologi dan kematangan digital inovasi.
Sementara pada hari kedua, Junaidy, M.I.Kom., M.AB., dan Hairansyah, S.H., M.H. membahas inovasi dari perspektif administrasi publik, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga penguatan perlindungan sosial.
Seluruh rangkaian kajian dikoordinasikan oleh tim HAFECS Research and Publication yang terdiri atas Danang Bagus Yudistira, S.Si., M.Sc., Farida Hayati, S.Pd., dan Raihani Raziqin, S.Tr.Kom. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam meningkatkan kualitas inovasi sekaligus memenuhi indikator penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026.
Melalui kolaborasi ini, HAFECS menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang berbasis riset, terukur, dan berdampak nyata bagi pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Editor : Tamyiz


