lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Mendawai menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Di antara puing bangunan yang hangus dan sisa abu yang masih beraroma asap, sejumlah keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal. Anak-anak pun menjalani hari-hari penuh ketidakpastian, sementara para orang tua berupaya bangkit di tengah keterbatasan.
Namun, di balik kepedihan itu, tumbuh kekuatan yang menyatukan: solidaritas lintas iman. Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bergerak cepat menyalurkan bantuan sekaligus memberikan penguatan moril kepada masyarakat terdampak.
Kehadiran Iwan Kurniawan, Kapolda Kalimantan Tengah, di lokasi kebakaran menjadi pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak membiarkan warganya menghadapi musibah sendirian. Aparat kepolisian tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga harapan agar warga mampu melewati masa sulit ini bersama-sama.
Tak hanya aparat kepolisian, sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) lintas agama turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna spiritual, kolaborasi lintas iman ini menghadirkan pemandangan yang menyejukkan. Para pemuda dari beragam latar belakang agama berdiri berdampingan, menyalurkan bantuan, menyapa warga, dan menguatkan mereka dengan empati.
Ketua Pemuda Katolik Komda Kalimantan Tengah, Dorothea Sthallhani Jasi, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi titik temu di atas segala perbedaan.
“Musibah ini mengajarkan kita bahwa di atas keberagaman, kita dipersatukan oleh nilai kemanusiaan. Bantuan yang kami bawa mungkin tidak mampu mengganti seluruh kehilangan, tetapi kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Mendawai tidak merasa sendiri,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Ia menambahkan, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai toleransi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ramadan mengajarkan tentang kasih, empati, dan berbagi. Iman sejati tercermin dalam kepedulian. Ketika keberagaman diarahkan untuk kebaikan bersama, di situlah kekuatan bangsa ini terlihat nyata,” tambahnya.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok serta dukungan logistik darurat. Namun lebih dari sekadar bantuan material, kehadiran aparat dan relawan membawa pesan moral yang kuat: di tengah ujian, masyarakat Kalimantan Tengah memilih untuk saling menguatkan.
Peristiwa di Mendawai menjadi cermin bahwa solidaritas bukan sekadar slogan seremonial. Ia hidup dalam tindakan nyata, tumbuh dalam kepedulian, dan menguat dalam kebersamaan. Dari Mendawai, publik belajar bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu, melainkan fondasi untuk membangun kemanusiaan yang lebih kokoh.
Editor: Muhammad Tamyiz


