lenterakalimantan.com, JAKARTA – GREAT Institute menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) memiliki dasar hukum internasional yang jelas dan mendapat dukungan dari Palestina.
Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, mengatakan BoP bukanlah lembaga di luar sistem internasional sebagaimana dituduhkan sejumlah pengkritik. Menurutnya, BoP merupakan instrumen yang lahir dari Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang disahkan pada November 2025.
“Jika kita membaca dengan teliti Resolusi 2803, jelas bahwa Board of Peace dijiwai oleh proposal perdamaian berbagai negara untuk menciptakan perdamaian di Gaza sekaligus memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Teguh dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa resolusi tersebut memuat agenda reformasi Otoritas Palestina dan pembangunan kembali Gaza sebagai langkah menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina. Selain itu, resolusi juga mendorong dialog antara Israel dan Palestina guna menyepakati cakrawala politik hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.
Teguh menilai prinsip tersebut sejalan dengan semangat Dasasila Bandung yang lahir dalam Konferensi Asia-Afrika 1955, khususnya prinsip peaceful coexistence atau hidup berdampingan secara damai.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Palestina menyadari dan menghormati langkah-langkah diplomatik Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, termasuk melalui Board of Peace.
“Dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak perlu diragukan. Pihak Palestina tahu dan sangat menghormati posisi serta strategi perjuangan Indonesia,” kata dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Ia juga mencontohkan pertemuan Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari dengan sejumlah tokoh dan pejabat Indonesia sebagai bentuk kepercayaan terhadap langkah strategis Presiden Prabowo Subianto.
Teguh mengimbau agar kritik terhadap keanggotaan Indonesia di BoP tetap disampaikan secara objektif dengan merujuk langsung pada isi Resolusi DK PBB 2803.
Sumber: Siaran Pers GREAT Institute
Editor: Rizki


