lenterakalimantan.com, BALIKPAPAN – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tiba di Bandara Internasional Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Sabtu (28/2/2026). Kedatangannya disambut Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo dan jajaran Forkopimda Kaltim di ruang VIP bandara.
“Terima kasih Pak Menteri sudah kembali ke Kaltim. Sering-sering berkunjung ke sini agar suasana semakin hidup dan hutan kami semakin lestari,” ujar Gubernur yang akrab disapa Harum.
Usai penyambutan, Menhut bersama Gubernur langsung bertolak menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) sekaligus melakukan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan itu turut didampingi Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Dalam penanaman tersebut, Gubernur Harum menanam pohon jenis meranti, sementara Menhut Raja Juli menanam tengkawang. Keduanya merupakan tanaman endemik Kalimantan yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi.
“Pohon khas Kalimantan banyak jenisnya, seperti ulin, bangkirai, kapur, dan lainnya. Semuanya bernilai ekonomi tinggi,” ungkap Harum.
Menurutnya, penanaman pohon endemik menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama untuk mempertahankan ketersediaan air dan kualitas udara di wilayah penyangga IKN. Penggunaan bibit lokal seperti meranti dan tengkawang juga dinilai memperkuat identitas Kalimantan sebagai paru-paru dunia.
Ia menambahkan, kehadiran Menteri Kehutanan secara intensif diyakini dapat mempercepat dukungan program kehutanan yang berdampak langsung pada pemulihan hutan di Kalimantan Timur.
Berdasarkan data, luas RHL di kawasan IKN yang telah ditanami sejak 2022 mencapai sekitar 805 hektare. Pada 2023 seluas 500 hektare dan pada 2024 kembali 500 hektare, sehingga total luasan rehabilitasi mencapai 1.805 hektare.
Menhut dan jajaran dijadwalkan melaksanakan kunjungan kerja di Kalimantan Timur selama dua hari, 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Agenda tersebut meliputi peninjauan RHL, penyerahan SK Perhutanan Sosial di kawasan IKN, serta penyerahan bantuan bibit dan penanaman bersama di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.
Dalam kunjungan itu, Menhut didampingi Sekjen Kementerian Kehutanan Dr. Mahfudz, Dirjen KSDAE Dr. Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Dyah Murtiningsih, serta Dirjen Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani.


