lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) menetapkan Kecamatan Bajuin sebagai salah satu titik fokus pembangunan strategis pada tahun 2026. Dalam agenda Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Darul Istiqomah, Selasa (03/03/2026), Bupati Tala, Rahmat Trianto, dan Wakil Bupati, Muhammad Zazuli, membawa angin segar terkait pemerataan pembangunan fisik hingga akses digital bagi masyarakat pedesaan.
Kabar yang paling dinantikan warga adalah kepastian dimulainya proyek pengerjaan jalan lintas desa. Rahmat mengonfirmasi bahwa mobilisasi alat berat akan segera dilakukan setelah Idulfitri untuk membenahi aksesibilitas di wilayah tersebut.
”Rencana tersebut mencakup perbaikan jalan seperti di Desa Ketapang, Bajuin, hingga Desa Tanjung. Selain itu, perbaikan jembatan juga masuk dalam agenda prioritas tahun 2026,” tegasnya.
Respons Pemkab terkait Keterbatasan Jaringan Telekomunikasi
Selain konektivitas jalur darat, pemerintah daerah juga merespons keluhan warga mengenai keterbatasan jaringan telekomunikasi. Dua wilayah, yakni Desa Tebing Siring dan Desa Tanjung, dipastikan akan mendapatkan pembangunan menara penguat sinyal pada tahun ini guna memutus isolasi digital.
”Tahun ini, di Desa Tebing Siring dan Tanjung yang mungkin masih sulit sinyal, akan kita dirikan tower-tower penguat sinyal agar akses komunikasi masyarakat semakin lancar,” ujarnya.
Di sisi lain, aspek spiritual tetap menjadi pilar pembangunan non-fisik. Pemkab Tala telah mengalokasikan total hibah keagamaan sebesar Rp9,27 miliar untuk tingkat kabupaten.
Khusus untuk Kecamatan Bajuin, alokasi saat ini berada di angka Rp 400 juta. Namun, Bupati mendorong peningkatan pengajuan usulan bantuan di masa mendatang untuk sarana ibadah dan sekolah-sekolah.
Camat Bajuin, Wisnu Kuntarto, memberikan apresiasi atas komitmen nyata yang ditunjukkan selama satu tahun kepemimpinan Rahmat-Zazuli. Menurutnya, dampak pembangunan sudah mulai dirasakan secara bertahap sejak tahun 2025.
“Beberapa pembangunan yang memang sudah dinantikan masyarakat sejak lama dan dirasakan masyarakat beberapa infrastruktur penting di wilayah baju itu dapat transaksi di 2025 kemarin juga,” tutur Wisnu.
Ia menambahkan bahwa realisasi infrastruktur penting pada tahun 2025 menjadi bukti konsistensi pemerintah dalam membangun di wilayah pinggiran.
Editor: Rizki


