lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Gratispol tahap II. Sebanyak 27.548 mahasiswa menerima bantuan dengan total anggaran Rp117,55 miliar.
Pencairan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.20/2026 tertanggal 6 Maret 2026, dan mulai disalurkan pada Selasa (17/3/2026).
Bantuan tersebut menjangkau 51 perguruan tinggi di Kalimantan Timur, terdiri dari 7 perguruan tinggi negeri dan 44 perguruan tinggi swasta. Dari jumlah penerima, 15.299 mahasiswa berasal dari perguruan tinggi negeri, sementara 12.249 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta.
Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa.
“Alhamdulillah, semoga bantuan pendidikan ini bermanfaat bagi para mahasiswa, sekaligus membantu meringankan beban para orang tua,” ujarnya.
Sebelumnya, pada tahap I yang disalurkan akhir Februari 2026, bantuan pendidikan telah diberikan kepada 21.128 mahasiswa dengan total anggaran Rp103,1 miliar. Rinciannya, 11.356 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri, 9.341 mahasiswa dari perguruan tinggi swasta, serta 431 mahasiswa program kerja sama.
Dengan penyaluran tahap II ini, total penerima manfaat Program Gratispol Pendidikan hingga akhir Maret 2026 mencapai 48.676 mahasiswa.
Untuk tahun 2026, Pemprov Kaltim menargetkan sebanyak 158.981 mahasiswa menjadi penerima bantuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp1,377 triliun.
Gubernur Harum menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama meskipun APBD Kaltim diproyeksikan menurun akibat berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD).
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing daerah.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin lebih banyak lagi anak-anak Kaltim yang bisa menikmati pendidikan tinggi tanpa kendala biaya,” tegasnya.
Ia pun berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Timur yang mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
“Semoga lebih banyak lagi anak-anak kita yang bisa berkuliah dan meningkatkan kompetensi serta berdaya saing,” pungkasnya.


