lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Politeknik Hasnur kembali menggelar kegiatan HIMA Elevate Vol. 2 sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi pemimpin muda yang adaptif di era bisnis digital. Kegiatan yang berlangsung di Banjarmasin Creative Hub ini mengusung tema “How Digital Businesses Grow & Survive” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Ibnu Sina selaku Presiden ISFO serta Hafidz Ridha Try Sjahputra. Keduanya membagikan wawasan strategis terkait kepemimpinan, inovasi, serta kemampuan bertahan dalam menghadapi dinamika duFnia bisnis digital yang terus berkembang.
Ketua Pelaksana, Raden Sherin Nabilla Adani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam hal kepemimpinan dan pola pikir adaptif.
“Melalui HIMA Elevate Vol. 2, kami ingin menghadirkan wadah pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Harapannya, mahasiswa mampu memahami tantangan nyata di dunia bisnis digital sekaligus memiliki keberanian untuk mengambil peran sebagai pemimpin,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja kolektif panitia yang berupaya menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.
Sementara itu, Ibnu Sina dalam pemaparannya menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan berpikir strategis di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat.
Menurutnya, seorang pemimpin di era digital tidak hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membaca peluang dan mengambil keputusan secara tepat.
“Dunia digital bergerak sangat cepat. Mereka yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Mahasiswa hari ini harus mulai membangun pola pikir growth mindset dan berani keluar dari zona nyaman,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Hafidz Ridha Try Sjahputra menyoroti pentingnya konsistensi dan inovasi dalam membangun bisnis digital. Ia menilai, keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh ide awal, tetapi juga oleh kemampuan untuk bertahan dan terus berkembang di tengah persaingan.
“Banyak bisnis digital tumbuh dengan cepat, tetapi tidak sedikit yang gagal karena kurangnya strategi keberlanjutan. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana menjaga stabilitas sekaligus terus berinovasi,” jelasnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari strategi membangun startup hingga tantangan menjadi pemimpin di usia muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan potensi diri serta siap menghadapi tantangan di era bisnis digital yang semakin kompetitif.
Editor: Tim Redaksi


