lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Penanganan banjir di Banjarmasin akhirnya mendapat titik terang setelah Wali Kota, H Muhammad Yamin HR menggelar audiensi terbuka bersama warga, akademisi, dan pakar lingkungan di ruang rapat Wali Kota, Senin (6/4). Pertemuan ini juga merespons somasi warga yang sebelumnya dilayangkan terkait persoalan banjir.
Audiensi dihadiri penggugat, antara lain Hadin Muhjad dan Subhan Syarief, serta pimpinan DPRD, jajaran SKPD, dan pemerhati lingkungan. Forum ini menjadi ajang diskusi terbuka mengenai penyebab banjir, mulai dari limpahan air, penurunan muka tanah, hingga dampak pasang laut.
“Pendekatan parsial tidak lagi relevan. Penanganan harus dimulai dari hulu hingga hilir, termasuk daerah penyangga di luar kota. Kami akan menyusun peta jalan dan regulasi agar solusi banjir menyentuh akar persoalan,” tegas Wali Kota Yamin.
Subhan Syarief menyatakan langkah hukum tidak lagi menjadi prioritas setelah tercapai kesepakatan. “Kami sepakat memperdalam usulan agar menjadi rujukan bersama dalam menangani banjir,” ujarnya.
Empat poin utama yang disepakati meliputi penyusunan peta jalan jangka panjang, penataan lingkungan dan sungai, pembentukan badan khusus pengelola air, serta penyusunan perda berkelanjutan. Kesepakatan ini diharapkan memberikan solusi jangka panjang, tidak hanya meredam banjir musiman, tetapi juga mengantisipasi ancaman yang lebih besar di masa depan.
Editor: Tim Redaksi


