lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perpustakaan Tahun 2026, bertempat di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan bertema “Memahami Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah: Strategi Sukses dan Implementasi Nyata” ini dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako, H Lukman Fadlun. Turut mendampingi Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhak.
Peserta yang hadir berasal dari pengelola perpustakaan tingkat sekolah dasar dan menengah, termasuk perwakilan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Kota Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Lukman Fadlun menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dispersip dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan perpustakaan sekolah.
“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
BACA JUGA: Uji Coba Mikrotrans Listrik, Pemkot Banjarmasin Jajaki Arah Baru Transportasi Publik
Ia menekankan bahwa perpustakaan sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar sekaligus penggerak budaya literasi. Namun, menurutnya, masih terdapat kendala dalam pemahaman pengelola terhadap instrumen akreditasi terbaru.
“Pemahaman yang belum optimal terhadap instrumen baru berdampak pada kesiapan sekolah dalam menghadapi proses akreditasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan terbaru dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menuntut pengelola perpustakaan untuk lebih adaptif terhadap perubahan, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi.
“Akreditasi tidak lagi sekadar pemenuhan administrasi, tetapi bagaimana perpustakaan mampu berfungsi aktif sebagai pusat pengetahuan yang memberi dampak nyata,” tegasnya.
Menurutnya, instrumen akreditasi terbaru kini mencakup enam komponen utama, meliputi koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, pengelolaan, serta komponen penguat. Penilaian juga lebih menitikberatkan pada kualitas layanan, tata kelola, serta integrasi teknologi.
Lukman berharap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di sekolah masing-masing.


