lenterakalimantan.com, BALANGAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Selatan (Kalsel), H Hasnuryadi Sulaiman menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Balangan di Halaman Kantor Bupati Balangan, Rabu (8/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Hasnuryadi didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifuddin bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Hj Masrupah Syarifuddin, unsur Forkopimda, kepala daerah se-Kalsel, serta jajaran pemerintah daerah.
Peringatan hari jadi berlangsung meriah dengan berbagai penampilan budaya dan kesenian daerah. Acara diawali penampilan Drum Band Gita Muda Praja Satpol PP Balangan, disusul atraksi seni tari Dayak “Rakat Bekawanan” yang mengangkat nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Tari Kuda Gepang, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta pemaparan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Balangan.
Kabupaten Balangan merupakan daerah otonom termuda di Kalsel yang resmi terbentuk pada 8 April 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003. Daerah ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan ibu kota Paringin.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Hasnuryadi memberikan apresiasi atas capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten Balangan selama 23 tahun terakhir.
Menurut dia, kemajuan daerah tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Hal ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Hasnuryadi menilai Balangan telah menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijak agar pembangunan tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
“Pembangunan harus menjaga keseimbangan alam, agar kekayaan yang dimiliki saat ini tetap dapat dinikmati generasi mendatang,” tegasnya.


