lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Program Studi D4 Bisnis Digital Politeknik Hasnur (Polhas) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Banjarmasin menggelar pelatihan Digital Talent Academy (DTA) 2026 bertema Video Content Creator. Kegiatan ini diikuti 105 mahasiswa dari berbagai program studi.
Pelatihan yang berlangsung di Kampus Politeknik Hasnur tersebut melibatkan mahasiswa dari Prodi Bisnis Digital, Manajemen Pemasaran Internasional, Akuntansi Bisnis Digital, hingga Teknologi Rekayasa Multimedia. Kegiatan ini digelar untuk menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kreatif yang mampu memproduksi konten visual secara profesional.
Koordinator Prodi D4 Bisnis Digital Polhas, Nadila, mengatakan kolaborasi dengan BPSDM Komdigi menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin mahasiswa memiliki keterampilan teknis yang merata, baik di bidang bisnis maupun teknologi. Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan mampu menghasilkan konten video yang kreatif sekaligus bernilai komersial,” ujar Nadila.
Sementara itu, Kepala BPSDM Komdigi Banjarmasin, Syarifuddin, menambahkan bahwa penguatan sumber daya manusia di perguruan tinggi merupakan kunci dalam mendukung transformasi digital nasional. Ia menyebut materi pelatihan mencakup teknik pengambilan gambar, penulisan naskah, proses penyuntingan, hingga optimasi konten di media sosial.
Pelatihan DTA 2026 merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan digital dasar yang bertujuan meningkatkan literasi digital masyarakat. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.
Selama pelatihan, mahasiswa terlihat antusias mengikuti sesi teori dan praktik. Polhas berharap kegiatan ini mampu melahirkan talenta digital yang dapat menjadi penggerak ekosistem industri kreatif, khususnya di Kalimantan Selatan.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di era digital.
Editor: Tim Redaksi


