lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), membuka ruang dialog bersama puluhan wartawan di Hotel Claro, Sempaja, Samarinda, Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Gubernur Harum mengajak insan pers untuk berkolaborasi membangun Kalimantan Timur melalui penyebaran informasi yang menyejukkan dan konstruktif.
“Saya berharap teman-teman media di Kaltim dapat membantu menciptakan suasana yang sejuk, baik untuk masyarakat daerah maupun nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi terbuka terhadap kritik yang disampaikan media maupun masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam upaya perbaikan kinerja pemerintah.
“Saya senang berdialog dengan wartawan. Silakan koreksi kalau saya salah, tapi jangan hanya membesar-besarkan kesalahan,” katanya.
Gubernur juga menekankan peran strategis media sebagai kontrol sosial sekaligus mitra pemerintah. Ia berharap media tetap menjalankan fungsi pengawasan tanpa keluar dari norma dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, Harum mendorong media untuk turut menyampaikan informasi positif yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, hingga masyarakat seperti petani dan nelayan.
“Sampaikan walaupun pahit. Tapi kalau ada yang baik, tolong juga disampaikan,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab, Gubernur menjawab berbagai isu yang berkembang, termasuk soal pembatasan wartawan saat aksi 214 beberapa waktu lalu. Ia menegaskan tidak pernah membatasi kebebasan pers.
“Untuk pengamanan aksi, itu sepenuhnya kewenangan aparat keamanan,” tegasnya.
Menanggapi isu dugaan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN), Gubernur menjelaskan bahwa penunjukan tim ahli merupakan hak prerogatif kepala daerah, sebagaimana Presiden memilih staf khusus dan tenaga ahli.
Ia juga memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu anggaran. Pembelian kendaraan dinas senilai Rp8,5 miliar disebut telah dikembalikan ke kas daerah. Sementara anggaran rehabilitasi senilai Rp25 miliar merupakan program tahun 2024–2025 sebelum dirinya dilantik pada 20 Februari 2025, yang mencakup 57 item, termasuk perbaikan kantor gubernur, Lamin Etam, guest house, Gedung Olah Bebaya, dan rumah jabatan wakil gubernur.
Tak hanya menjawab isu, Gubernur juga menyerap aspirasi wartawan, salah satunya terkait Bantuan Sosial Terencana (BST) bagi penyandang disabilitas.
“Ini harus kita perhatikan. Tolong dicatat, ini menjadi perhatian saya,” tegasnya.
Menutup pertemuan, Gubernur Harum kembali menegaskan harapannya agar media terus berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi yang berimbang, sekaligus menjadi pengawas jalannya pemerintahan demi kemajuan Kalimantan Timur.


