lenterakalimantan.com, TAMIANG LAYANG – Ketatnya persaingan dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa (FLSN) 2026 tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menjadi gambaran nyata besarnya potensi dan talenta siswa di daerah tersebut.
Ajang yang digelar pada Rabu (29/4/2026) itu berlangsung hampir seharian penuh. Sejak pagi hingga sore, para juri dari berbagai cabang lomba dihadapkan pada penilaian yang tidak mudah, bahkan kerap memicu perbedaan pendapat.
Bukan semata soal angka, penilaian lebih banyak bertumpu pada kelayakan peserta. Pasalnya, kemampuan para siswa dinilai merata dan berkualitas, dengan selisih nilai yang sangat tipis di antara peserta.
“Kami sering berbeda nilai, khususnya di vokal solo dan gitar solo. Tapi pada akhirnya kami sepakat siapa yang paling layak menang,” ujar Ari, salah satu juri, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, tanggung jawab juri tidak ringan. Hasil penilaian di tingkat kabupaten akan menentukan kualitas perwakilan yang melaju ke jenjang lebih tinggi hingga nasional.
“Kualitas juara itu sangat ditentukan dari proses penilaiannya. Karena itu, kami harus benar-benar objektif,” tegasnya.
Komitmen menjaga objektivitas juga ditunjukkan para juri dengan menghindari konflik kepentingan. Bahkan, terdapat juri yang memilih tidak terlibat dalam penilaian saat anaknya sendiri tampil.
“Ada juri yang menyerahkan penilaian ke rekannya demi menjaga netralitas. Itu bentuk profesionalisme,” tambah Ari.
Hal senada disampaikan Endang Kasumawati, juri lomba cipta puisi, jurnalistik, dan cerpen. Ia menilai FLSN tahun ini membuka perspektif baru terhadap potensi siswa di Barito Timur.
“Kami cukup terkejut dengan kualitas karya siswa, termasuk dari sekolah yang sebelumnya tidak diperhitungkan. Setelah dicek dengan aplikasi pendeteksi plagiarisme, karya mereka terbukti orisinal,” ujarnya.
Meski jumlah peserta tidak sebanyak tahun sebelumnya, antusiasme yang ditunjukkan tetap tinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa minat siswa terhadap bidang seni dan sastra masih terjaga.
FLSN 2026 pun tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembuktian kualitas, sekaligus pengalaman berharga bagi peserta maupun juri.
Editor: Muhammad Tamyiz


