lenterakalimantan.com, JAKARTA — Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan dorongan pemerintah terhadap implementasi biodiesel B50, peningkatan produktivitas petani kelapa sawit menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat industri hulu sawit Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Menjawab tantangan tersebut, TAP Untuk Negeri melalui program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) resmi meluncurkan Hotline PERKASA, layanan konsultasi dan pendampingan bagi petani kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas kebun mereka secara berkelanjutan.
Melalui Hotline PERKASA , petani dapat memperoleh akses lebih mudah terhadap informasi budidaya, pengendalian hama, pemupukan, praktik panen yang tepat, hingga konsultasi best practice agronomi yang telah dijalankan TAP lebih dari dua dekade. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen TAP Untuk Negeri dalam memperkuat akses edukasi dan pendampingan bagi petani diberbagai wilayah Indonesia, karena petani sawit sebagai aktor penting dalam rantai pasok industri sawit nasional.
Program PERKASA sendiri dihadirkan dengan keyakinan bahwa petani sawit dapat meningkatkan produktivitasnya apabila memperoleh kemudahan dalam pengetahuan sehingga petani sawit adalah profesi strategis yang menjadi penopang kebutuhan masa kini dan masa depan. Ketika produktivitas petani meningkat, kesejahteraan keluarga petani turut bertumbuh, sekaligus mendukung ketahanan energi dan ekonomi nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa sawit merupakan kekuatan ekonomi bangsa yang perlu dikelola secara berkelanjutan. “Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya penguatan program biodiesel sebagai bagian dari strategi kemandirian energi nasional. “Ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang. Yang pertama kita harus mengoptimalkan lifting kita. Yang kedua adalah mencari diversifikasi seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Peningkatan implementasi B50 tentu membutuhkan dukungan pasokan Crude Palm Oil (CPO) yang berkelanjutan. Karena itu, peningkatan produktivitas petani sawit menjadi langkah penting agar kebutuhan industri dapat terpenuhi.
Sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem sawit yang berkelanjutan, TAP Untuk Negeri percaya bahwa penguatan kapasitas petani harus dimulai dari akses terhadap edukasi dan pendampingan yang mudah dijangkau.
Hotline PERKASA diharapkan menjadi ruang konsultasi sekaligus solusi cepat bagi petani yang mudah dijangkau untuk membantu menjawab tantangan di lapangan secara cepat dan tepat.
Layanan Hotline PERKASA dapat diakses melalui WhatsApp di nomor +62 811-2220-1210.
Melalui program PERKASA, TAP Untuk Negeri terus mendorong terciptanya petani yang lebih adaptif, produktif, dan sejahtera. Sebab di balik setiap peningkatan produktivitas petani, terdapat kontribusi besar terhadap energi, serta masa depan industri sawit Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Tentang TAP Untuk Negeri
TAP Untuk Negeri merupakan inisiatif sosial dari PT Triputra Agro Persada Tbk yang berfokus pada pengembangan masyarakat melalui berbagai program berkelanjutan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastrukur, lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya. Salah satu program unggulannya adalah PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera) yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan literasi pertanian berkelanjutan.
Sumber : Rilis


