lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalimantan Tengah menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) di Luwansa Hotel, Palangka Raya, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih Ketua Umum PODSI Kalteng masa bakti 2026–2030.
Musprov dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar PODSI yang diwakili Wakil Ketua Umum III, Budiman Setiawan. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus, insan olahraga, serta perwakilan pemangku kepentingan terkait.
Ketua Umum KONI Kalteng, Rahmat Hidayat, melalui Ketua Harian, M. Hasanuddin Noor, menyampaikan, Musprov memiliki peran strategis dalam memperkuat organisasi sekaligus membangun fondasi pembinaan olahraga dayung di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, agenda utama Musprov kali ini bukan sekadar memilih pemimpin baru, tetapi juga menentukan arah pembangunan organisasi agar lebih profesional, solid, dan mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah.
“Musprov ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang visioner, profesional, mampu bersinergi dengan pemerintah daerah, serta membawa PODSI Kalimantan Tengah menjadi organisasi yang lebih maju dan berprestasi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengimplementasikan tema kegiatan, “Mewujudkan PODSI Kalimantan Tengah yang Solid dan Berprestasi Menuju Kalimantan Tengah Semakin Berkah.”
Menurut Hasanuddin, tema tersebut mengandung makna pentingnya membangun kekuatan organisasi melalui kebersamaan, persatuan, disiplin, loyalitas, dan komitmen bersama guna meningkatkan prestasi olahraga dayung di daerah.
Ke depan, lanjutnya, tanggung jawab besar menanti seluruh elemen olahraga dayung, terutama dalam menyiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Kalimantan Tengah 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pembinaan yang dilakukan sejak dini diharapkan menjadi fondasi menuju target yang lebih besar, yakni melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
“Diperlukan sinergi seluruh pengurus, pelatih, atlet, dan stakeholder olahraga agar target prestasi dapat tercapai secara maksimal,” katanya.
Ia berharap kepengurusan yang terpilih nantinya dapat melanjutkan program pembinaan atlet secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, memperkuat organisasi, serta memperhatikan pengembangan sarana dan prasarana olahraga dayung di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum III PB PODSI, Budiman Setiawan, menilai olahraga dayung di Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk kembali bangkit dan mengulang masa kejayaan.
Ia menilai keberhasilan tersebut sangat bergantung pada manajemen organisasi yang solid dan proses pencarian bakat atlet yang dilakukan secara tepat.
“Jangan asal mengambil atlet. Aspek antropometri juga harus diperhatikan. Dengan keterbatasan sarana dan anggaran, proses talent scouting harus lebih tajam,” ujarnya.
Budiman juga menyoroti tantangan keterbatasan anggaran yang selama ini menjadi persoalan klasik dalam pembinaan olahraga. Menurutnya, harmonisasi internal organisasi menjadi faktor penting agar pengurus dapat bekerja lebih efektif.
Selain penguatan internal, ia menilai sinergi dengan pemerintah daerah juga perlu diperkuat. Pengurus diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah serta Dinas Pemuda dan Olahraga agar cabang olahraga berprestasi memperoleh dukungan optimal.
Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta melalui dukungan sponsor dinilai turut menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga dayung.
Meski mengakui olahraga dayung belum sepopuler cabang lain seperti sepak bola, Budiman tetap optimistis peluang dukungan terbuka lebar.
“Mudah-mudahan di Kalimantan Tengah, dayung bisa menjadi primadona sehingga tidak sulit mendapatkan sponsor,” pungkasnya.
Editor: Rizki


