lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Pemerintah terus mempercepat rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa dengan menargetkan proyek strategis tersebut rampung pada 2030.
Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi optimalisasi dan percepatan pembangunan yang digelar Dinas PUPR Kalimantan Selatan di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (19/5/2026).
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Dedi Supriyadi, menyampaikan bahwa tahap desain bendungan telah selesai dan saat ini memasuki proses pendataan kawasan terdampak genangan.
“Identifikasi lahan dan masyarakat terdampak sudah dilakukan, termasuk sosialisasi pembangunan bendungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan luas genangan Bendungan Riam Kiwa diperkirakan mencapai 771 hektare. Proyek ini juga mencakup pembangunan akses jalan serta infrastruktur pendukung lainnya.
Menurutnya, kawasan tersebut selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai tanaman produktif seperti durian, petai, jengkol, rotan, hingga tanaman buah lainnya. Seluruh tanaman milik warga akan diidentifikasi untuk proses ganti rugi.
“Tanaman milik masyarakat akan dilakukan ganti rugi setelah melalui proses identifikasi,” katanya.
Terkait nilai kompensasi, Dedi menyebut masih menunggu hasil perhitungan dari satuan tugas berdasarkan luas lahan dan jenis tanaman. Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar dari APBN.
Ia berharap pembayaran ganti rugi dapat mulai direalisasikan pada 2026, seiring dengan terus berlangsungnya koordinasi lintas instansi bersama kejaksaan dan pemerintah daerah.
Dedi menambahkan, pembangunan bendungan diperkirakan memakan waktu sekitar empat tahun. Jika dimulai pada 2027, maka target penyelesaian berada pada 2030.
“Pembangunan bendungan membutuhkan waktu karena mempertimbangkan faktor alam seperti curah hujan dan debit air. Kapasitas bendungan diperkirakan mencapai 9 juta meter kubik dengan luas genangan 771 hektare,” jelasnya.
Sementara itu, masyarakat di wilayah Paramasan disebut menyambut positif rencana pembangunan Bendungan Riam Kiwa. Selain berfungsi mengurangi risiko banjir, bendungan tersebut juga diproyeksikan menjadi objek wisata baru di kawasan tersebut.
Editor: Rizki


