lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengapresiasi penyelenggaraan Banua QRIStival 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kalsel sebagai upaya mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran dan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalsel, H Muhidin melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Noor Yaumil, saat membuka puncak kegiatan Banua QRIStival 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 0 Banjarmasin, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan diawali dengan jalan santai sejauh sekitar lima kilometer yang diikuti ribuan warga Banjarmasin dan sekitarnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengundian hadiah serta berbagai pertunjukan hiburan.
Menurut Subhan, kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia bersama sejumlah perbankan tersebut dinilai berhasil memadukan edukasi transaksi digital dengan aktivitas olahraga, kompetisi, kuliner, dan hiburan sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan bertransaksi secara non-tunai menggunakan QRIS.
“Pemanfaatan QRIS memiliki banyak keunggulan, antara lain praktis, cepat, bersifat universal karena dapat digunakan lintas penyedia layanan pembayaran, serta lebih aman,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Subhan didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi, turut mengikuti jalan santai setelah mengibarkan bendera start di titik Kilometer 0 Banjarmasin. Rute yang ditempuh peserta melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan A. Yani Musaffa, Jalan Djok Mentaya, Jalan RE Martadinata, dan Jalan Lambung Mangkurat sebelum kembali ke lokasi finis.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna QRIS di Kalsel hingga saat ini telah mencapai 832 ribu pengguna.
Selain itu, sekitar 560 ribu merchant di Kalsel telah memanfaatkan layanan QRIS dengan total transaksi mencapai 24,7 juta transaksi.
“Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS terus meningkat. Kami akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar pemanfaatannya semakin luas di Kalimantan Selatan,” kata Fadjar.
Ia menambahkan, Banua QRIStival 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sarana memperkuat literasi keuangan digital masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia berharap dapat mendukung percepatan transformasi digital sistem pembayaran sekaligus memperluas ekosistem transaksi non-tunai di Kalimantan Selatan.
Banua QRIStival 2026 berlangsung hingga 24 Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya lomba band musik tradisional kontemporer Kalimantan Selatan, lomba tari kreasi, permainan tradisional, serta fashion show sasirangan.
Editor: Tim Redaksi


