lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopperindag) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), meskipun sebagian besar desa dan kelurahan belum memiliki gerai koperasi.
Kepala Dinas Kopperindag Batola, Hery Sasmita, menjelaskan bahwa keberadaan gerai saat ini masih terpisah dari kelembagaan KDKMP. Pembangunan gerai dilakukan oleh Agrinas bekerja sama dengan TNI, kemudian akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dikelola dan dimanfaatkan bersama koperasi.
“Sebagai informasi, KDKMP saat ini tetap berjalan walaupun tanpa gerai. Gerai tersebut masih terpisah dari KDKMP dan dibangun oleh Agrinas bekerja sama dengan TNI. Setelah selesai dibangun, gerai akan diserahkan kepada pemerintah desa untuk kemudian dimanfaatkan melalui kerja sama dengan KDKMP,” ujar Hery dalam siaran pers, Kamis (4/6/2026) kemarin.
Menurutnya, seluruh KDKMP di 201 desa dan kelurahan di Kabupaten Batola telah berjalan secara kelembagaan. Saat ini, seluruh koperasi tersebut telah memiliki Surat Keputusan Administrasi Hukum Umum (SK AHU), Nomor Induk Koperasi (NIK), dan akta notaris.
Selain itu, sebanyak 187 KDKMP telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), 116 koperasi mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB), dan 171 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Kami terus membina keberadaan KDKMP ini tanpa menghiraukan ada atau tidaknya gerai di desa tersebut,” tegasnya.
Hery mengungkapkan, saat ini terdapat lima KDKMP yang telah menjalankan usaha. Tiga di antaranya bergerak di bidang penyaluran pupuk bersubsidi, yakni KDKMP Danda Jaya, Jejangkit Pasar, dan Jejangkit Barat.
Sementara itu, KDKMP Tumih mengembangkan usaha pupuk kandang, sedangkan satu koperasi lainnya bergerak di bidang usaha simpan pinjam.
Pemerintah Kabupaten Batola melalui Kopperindag, lanjut Hery, berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas KDKMP agar mampu berkembang dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat desa.
“Yang terpenting adalah koperasi dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami akan terus melakukan pendampingan agar KDKMP tumbuh menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


